ACEH — Danny Boyle mengungkapkan bahwa 28 Years Later: Part III masih tertunda akibat masalah pendanaan dan jadwal Alex Garland yang padat. Sutradara asal Inggris itu menyampaikan hal tersebut dalam sesi tanya jawab di London Film Festival. Boyle berharap film ketiga tersebut tetap bisa diproduksi jika pendanaan berhasil dikunci.
Danny Boyle menyampaikan kabar kurang mengenakkan bagi penggemar trilogi 28 Years Later. Dalam sesi tanya jawab di London Film Festival, ia menyebut kelanjutan kisah tersebut belum bisa masuk tahap produksi karena terkendala pembiayaan.
Selain soal dana, kesibukan Alex Garland menjadi alasan lain tertundanya proyek ini. Garland saat ini tengah menggarap adaptasi layar lebar game Elden Ring untuk A24, yang disebut Boyle sebagai proyek besar.
Status Terkini 28 Years Later: Part III
Boyle tidak menutup kemungkinan film ketiga tetap dibuat. Ia berharap proyek tersebut bisa berjalan begitu pendanaan berhasil diamankan.
"It's on the back burner at the moment," ujar Boyle, dikutip dari sesi tanya jawab tersebut.
Pernyataan itu muncul ketika Boyle ditanya soal status terkini 28 Years Later: Part III. Ia juga menyinggung jadwal Garland yang padat sebagai faktor penunda.
"Alex has been off doing his own film, which is a big project," kata Boyle.
Kesulitan Pendanaan yang Dialami Boyle
Pengalaman sulit mencari dana bukan hal baru bagi Boyle. Ia mengaku sempat kesulitan membiayai film terbarunya, Ink, yang tayang sebagai salah satu gala utama di London Film Festival tahun ini.
"We found it very difficult to raise the money for this," ucap Boyle. "I have no idea why. They didn't say why they wouldn't give us the money."
Boyle akhirnya mendapat dukungan dari StudioCanal. Meski jumlahnya dinilai belum cukup, ia menyebut studio tersebut berani mengambil risiko ketika banyak pihak lain menolak.
Ia menduga keputusan StudioCanal tak lepas dari peran produser Tessa Ross yang sebelumnya sukses lewat Conclave. Menurut Boyle, kerja sama StudioCanal dengan Netflix untuk distribusi di Amerika juga menjadi faktor penting.
Ink dan Proyek Selanjutnya
Ink disutradarai Boyle dari naskah James Graham. Film ini mengangkat kisah kebangkitan tabloid The Sun pada 1970-an di bawah editor Larry Lamb, setelah ia direkrut Rupert Murdoch dari Daily Mirror pada 1969.
Setelah Ink, Boyle berencana menggarap film bertema Antartika. Proyek itu disebutnya sebagai prioritas berikutnya, dengan syarat anggaran bisa terkumpul.
"That's the next priority," kata Boyle.
London Film Festival sendiri berlangsung hingga 18 Oktober. Bagi penggemar 28 Years Later, kelanjutan trilogi ini masih menunggu kejelasan pendanaan sebelum bisa masuk produksi.