ACEH — BYD menyiapkan All New Atto 1 atau Seagull generasi terbaru untuk pasar China dengan prediksi harga sekitar Rp 260 juta, lebih murah dari model saat ini. Model ini tampil lebih bongsor dan membawa fitur otonom God's Eye hingga Ultra Fast Charging. Pemesanan di China sudah dibuka dengan booking fee sekitar Rp 5 jutaan yang bisa dikembalikan penuh.
Dimensi Lebih Bongsor, Fitur Naik Kelas
Atto 1 generasi kedua tampil dengan ukuran bodi yang lebih besar dibanding model lama. BYD juga menyematkan sejumlah teknologi yang sebelumnya hanya ada di model yang lebih mahal, termasuk sistem bantuan mengemudi God's Eye dan Ultra Fast Charging yang diklaim mampu mengisi daya baterai dalam hitungan menit.
Kombinasi dimensi dan fitur tersebut membuat model ini menarik perhatian di pasar domestik China. Sayangnya, informasi soal kapasitas baterai, jarak tempuh, dan tenaga motor masih belum diungkap secara resmi oleh BYD.
Patokan Harga dari Geely EX2
Prediksi harga Rp 260 juta tidak muncul begitu saja. Angka ini merujuk pada harga pesaing terdekatnya, Geely EX2 alias Xingyuan, yang selama ini menguasai segmen hatchback listrik murah di China. Model sekelas itu biasanya dijual di bawah Rp 300 juta.
Menariknya, harga prediksi tersebut berada di sekitar banderol Atto 1 varian tertinggi yang dijual di Indonesia. Dua varian lainnya di pasar lokal dibanderol lebih murah dari angka itu. Artinya, jika benar terealisasi, generasi baru ini bisa jadi opsi yang lebih kompetitif secara harga dibanding model yang sekarang beredar.
Pemesanan Sudah Dibuka di China
Konsumen di China yang tertarik sudah bisa melakukan pemesanan awal. Mereka cukup membayar booking fee sekitar Rp 5 jutaan, dan uang tersebut masih bisa dikembalikan sepenuhnya sebelum pemesanan dikunci jika konsumen membatalkan pembelian.
Setelah model resmi dirilis, pemesan masih diberi kesempatan mengubah pilihan konfigurasi sesuai kebutuhan. Skema ini memudahkan konsumen yang ingin menyesuaikan spesifikasi hatchback BEV pilihannya sebelum unit masuk lini produksi.
Peluang Masuk Indonesia Masih Jauh
BYD Atto 1 tercatat sebagai salah satu andalan merek ini di pasar mobil listrik Indonesia, dengan penjualan menembus lebih dari 10 ribu unit hingga bulan lalu. Pencapaian itu cukup solid di tengah tren pasar yang didominasi SUV.
Meski begitu, peluang generasi terbaru masuk ke Indonesia dalam waktu dekat tergolong kecil. Jika model ini dibawa masuk tanpa perakitan lokal, harganya berpotensi mendekati Rp 300 jutaan karena ubahannya cukup drastis. Kecuali BYD memutuskan merakitnya di dalam negeri, skenario harga murah itu baru bisa terwujud.
BYD juga disebut masih fokus menjual model Atto 1 yang baru hadir lebih dari setahun di Indonesia. Menghadirkan generasi baru terlalu cepat dikhawatirkan mengganggu penjualan model yang sedang berjalan. Riset pasar tetap diperlukan sebelum model ini dilepas ke konsumen lokal, agar penerimaannya tidak kalah dari versi lama meski secara dimensi dan fitur lebih unggul.