TAKENGON — Warga Kampung Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Jamat. Korban bernama Endang berangkat ke lokasi pelangsiran getah pinus milik Sukmadi sebelum kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyatakan pihaknya sudah mengerahkan Tim Reaksi Cepat begitu laporan diterima. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur korban terbawa arus.
Medan Terjal Jadi Faktor Risiko Pelangsiran Getah Pinus
Aktivitas pelangsiran getah pinus mengharuskan pekerja menempuh medan terjal di sekitar kawasan hutan Linge. Kondisi itu memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat cuaca dan arus sungai tidak menentu.
Endang disebut menuju lokasi pelangsiran sebelum akhirnya dilaporkan hilang. Belum ada keterangan resmi soal kronologi lengkap kejadian maupun kondisi arus Sungai Jamat saat korban diduga hanyut.
Tim Gabungan Telusuri Kemungkinan Lokasi Korban Terbawa Arus
TRC BPBD Aceh Tengah berkoordinasi dengan aparat dan warga setempat untuk menelusuri kemungkinan lokasi korban terbawa arus. Pencarian dilakukan menyusuri titik-titik yang diperkirakan dilalui aliran sungai.
"Tim berkoordinasi dengan aparat dan warga setempat guna menelusuri kemungkinan lokasi korban terbawa arus," ujar Andalika.
Hingga informasi terbaru diterima, korban belum ditemukan. Warga di sekitar aliran Sungai Jamat diminta melapor ke posko pencarian jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
BPBD Aceh Tengah belum merinci jumlah personel yang dikerahkan maupun perkiraan durasi operasi pencarian. Perkembangan hasil pencarian akan disampaikan setelah ada laporan dari tim di lapangan.