ACEH — Papan reklame Glico Running Man di Dotonbori, Osaka, Jepang, akan diganti setelah 30 November 2026 sebelum generasi ketujuh hadir pada musim semi 2027. Wisatawan yang ingin melihat wujud generasi keenam dengan sekitar 140.000 lampu LED itu masih punya waktu hingga akhir November. Renovasi instalasi di dekat Jembatan Ebisubashi dijadwalkan mulai Desember mendatang.
Ezaki Glico, perusahaan makanan yang berdiri di Osaka pada 1922, memastikan sosok pelari tetap menjadi daya tarik utama papan reklame generasi ketujuh. Perwakilan Glico, Yoriko Miki, menyebut perusahaan belum mengungkap desain terbaru. Menurut Miki, figur pelari merepresentasikan semangat pendirian perusahaan dan tujuannya membantu masyarakat menikmati "hari-hari yang sehat dan kehidupan yang memuaskan."
Instalasi yang kini berdiri adalah generasi keenam, dipasang pada 2014 dengan sekitar 140.000 lampu LED. Latar visualnya menampilkan berbagai lokasi di Jepang dan negara lain, sementara pencahayaan menerangi papan reklame pada malam hari.
Alasan Papan Reklame Diganti
Sejumlah laporan menyebut usia lampu LED dan kesulitan mendapatkan komponen pengganti menjadi pertimbangan pembaruan. Instalasi generasi keenam sudah beroperasi sejak 2014, lebih dari satu dekade sejak pertama menyala.
Papan reklame ini menampilkan atlet yang mengangkat kedua tangan di garis finis. Sosok itu sudah menjadi salah satu objek yang paling sering diabadikan wisatawan saat menyambangi Dotonbori.
Jejak Enam Generasi Sejak 1935
Instalasi pertama muncul pada 1935, menjulang setinggi 33 meter dengan tulisan neon berukuran besar. Pengelola membongkarnya pada 1943 karena kebutuhan material untuk perang.
Versi kedua dipasang pada 1955 dengan tambahan panggung dan ornamen buaya raksasa yang memainkan piano, bertahan hingga 1963. Generasi ketiga hadir pada 1963 dengan rancangan lebih rumit: air mancur berisi 150 nosel menyemburkan sekitar 12 ton air di sekitar sosok pelari, diterangi ratusan lampu berwarna hingga 1972.
Generasi keempat bertahan dari 1972 hingga 1996 dengan lintasan lari yang menyerupai desain papan reklame sekarang. Instalasi itu dibongkar karena renovasi bangunan di sebelahnya, dan Osaka sempat tanpa Glico Running Man sekitar satu tahun. Generasi kelima hadir pada 1998 dengan latar yang berubah mengikuti waktu, sehingga pelari tampak bergerak dari pagi hingga malam, sebelum digantikan versi LED pada 2014.
Cara Menuju dan Titik Foto Terbaik
Glico Running Man berdiri di kawasan Dotonbori, dekat Jembatan Ebisubashi. Dotonbori dikenal dengan kanal, restoran, dan papan reklame bercahaya yang menarik pengunjung hingga malam hari.
Jembatan Ebisubashi menjadi salah satu titik populer untuk memotret papan reklame dari dekat. Dari titik ini wisatawan juga mudah menjelajahi deretan toko dan tempat makan di sekitarnya.
Momentum bagi Pelancong Indonesia
Jepang masih menjadi tujuan wisata favorit pelancong Indonesia. Data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) menunjukkan kunjungan pelancong Indonesia ke Jepang naik sekitar 11 persen sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Head of Marketing & Customer, IWPB, HSBC Indonesia, Fransisca Arnan, menyebut Jepang menempati posisi ketiga sebagai destinasi perjalanan nasabah dengan kontribusi sekitar 15 persen. "Kenaikan year on year-nya 24 persen," katanya saat jumpa pers di Jakarta, 8 Oktober 2026.
Minat itu terlihat dari tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta–Tokyo yang disebut mencapai 85–95 persen. Pilihan destinasi pun meluas, tidak lagi terpatok pada Tokyo dan Osaka saja.
Bagi yang berencana ke Osaka dalam waktu dekat, akhir November 2026 menjadi batas realistis untuk melihat Glico Running Man dalam wujud generasi keenam. Setelah renovasi dimulai Desember, tampilan baru baru bisa disaksikan pada musim semi 2027.