BIREUEN — Ruas Jalan Lintas Nasional Bireuen–Aceh Tengah hingga kini masih sulit dilalui kendaraan, terutama truk bermuatan berat. Kerusakan terparah terpantau di sekitar KM 22, di mana longsor dan lubang jalan mempersempit badan jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra beberapa waktu lalu. Meski perbaikan darurat telah dilakukan, hasilnya dinilai belum optimal sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat masih harus melintas dengan ekstra hati-hati.
Kerusakan jalan tercatat membentang dari KM 17 hingga KM 22. Pada sejumlah titik, longsor masih aktif dan menyisakan jalur sempit yang sulit dilalui bersamaan. Lubang-lubang di permukaan aspal turut memperlambat arus lalu lintas dan membahayakan kendaraan bertonase besar.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan kerap terjadi. Mobil pribadi, sepeda motor, hingga truk bermuatan berat terpaksa melaju perlahan untuk menghindari kerusakan kendaraan maupun kecelakaan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak terkait agar jalur vital penghubung Bireuen dan Aceh Tengah dapat kembali berfungsi normal.