BMKG Catat 115 Titik Panas di Aceh, Potensi Karhutla Mulai Mengintai

BMKG mendeteksi 115 titik panas di Aceh sebagai peringatan dini potensi karhutla. (Ilustrasi AI)
Penulis: Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 11:50:06 WIB

Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 115 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh dalam pemantauan selama 24 jam pada Sabtu, 17 Januari 2026. Temuan ini menjadi sinyal awal kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Aceh Nasrol Adil menyampaikan, ratusan titik panas tersebut terpantau melalui pengamatan citra satelit dari pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Berdasarkan pemantauan tanggal 17 Januari 2026, terdeteksi 115 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh,” ujar Nasrol dalam laporan yang diterima, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, data hotspot diperoleh dari sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta sensor VIIRS pada satelit NOAA-20. Tingkat kepercayaan titik panas bervariasi, mulai dari rendah hingga tinggi.

Sebaran hotspot terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Nagan Raya, Bener Meriah, serta kawasan perkotaan seperti Lhokseumawe dan Subulussalam.

Sumber : BMKG

Nasrol menegaskan, keberadaan titik panas tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat sebagai langkah dini pencegahan karhutla, khususnya di kawasan rawan kebakaran.

BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan pemantauan lapangan serta menghindari aktivitas pembakaran lahan. Kondisi cuaca di beberapa wilayah Aceh saat ini dinilai masih berpotensi mendukung terjadinya kebakaran.

Peta sebaran hotspot ini merupakan hasil analisis Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh dan menjadi bahan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Aceh.

Reporter: Redaksi