Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Aceh untuk waspada terhadap potensi gempa susulan setelah terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,7 di Sinabang Aceh pada Minggu (12/4/2026) pagi. Gempa ini berpotensi menyebabkan gempa susulan yang dapat membahayakan warga.
Menurut analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,93 derajat lintang utara dan 120,94 derajat bujur timur, atau sekitar 202 kilometer barat daya Sinabang. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, karena hal ini dapat menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang tidak perlu.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, warga Aceh diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan gempa susulan. Gempa susulan dapat terjadi dalam beberapa jam atau hari setelah gempa utama, sehingga warga perlu tetap waspada dan siaga.
Provinsi Aceh merupakan daerah yang rawan gempa bumi, karena terletak di zona subduksi lempeng tektonik. Oleh karena itu, warga Aceh perlu tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan gempa bumi dan gempa susulan. Pemerintah dan instansi terkait telah menyiapkan tim siaga dan fasilitas untuk menghadapi kemungkinan gempa susulan, sehingga warga dapat merasa aman dan nyaman.
Dalam menghadapi gempa bumi dan gempa susulan, warga Aceh perlu tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan instansi terkait. Warga juga perlu mempersiapkan diri dengan menyediakan perlengkapan darurat, seperti air, makanan, dan obat-obatan, serta memiliki rencana evakuasi yang jelas. Dengan demikian, warga Aceh dapat menghadapi gempa bumi dan gempa susulan dengan lebih siap dan aman.