GameStop Tawar eBay Rp888 Triliun, Cadangan Bitcoin Perusahaan Kini Terancam Dijual

Penulis: Teuku Fahreza  •  Senin, 04 Mei 2026 | 03:22:01 WIB

GameStop mengajukan penawaran akuisisi senilai 55,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp888 triliun untuk mengambil alih raksasa e-commerce eBay.

GameStop (GME) secara resmi mengajukan penawaran tidak mengikat pada Minggu waktu setempat untuk mengakuisisi eBay (EBAY) seharga 125 dolar AS per saham. Nilai ini mencerminkan premi sebesar 46 persen dibandingkan harga saham eBay pada awal Februari lalu. Perusahaan ritel video game tersebut mengaku telah membangun posisi ekonomi sebesar 5 persen di eBay melalui kepemilikan saham dan instrumen derivatif.

Langkah berani ini menandai transformasi drastis GameStop dari sekadar toko fisik menjadi pemain e-commerce yang lebih luas. Namun, ambisi besar ini membutuhkan likuiditas yang masif. Pasar kini menyoroti tumpukan aset kripto milik perusahaan yang kemungkinan besar akan dikorbankan demi memuluskan transaksi ini.

Ambisi Besar Ryan Cohen Mengincar Takhta E-commerce

CEO GameStop, Ryan Cohen, sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai rencana akuisisi "sangat, sangat, sangat besar" terhadap perusahaan konsumsi publik. Dalam pernyataannya Februari lalu, Cohen menegaskan bahwa rencana ekspansi ini "jauh lebih menarik daripada Bitcoin". Ia juga membuka peluang untuk menjual kepemilikan kripto perusahaan jika diperlukan untuk mendanai kesepakatan strategis.

Penawaran senilai 55,5 miliar dolar AS (sekitar Rp888 triliun) ini akan didanai melalui kombinasi kas internal dan pembiayaan eksternal. GameStop memiliki sekitar 9,4 miliar dolar AS (Rp150,4 triliun) dalam bentuk kas dan investasi likuid. Selain itu, mereka telah mengantongi surat komitmen pembiayaan hingga 20 miliar dolar AS dari TD Securities.

"Kami juga memiliki kemampuan untuk menerbitkan saham baru demi menuntaskan kesepakatan ini," ujar Cohen dalam wawancara dengan CNBC. Fleksibilitas modal ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam mengubah arah bisnis GameStop secara fundamental.

Hitung-hitungan Pendanaan dan Nasib 4.709 Keping Bitcoin

Pertanyaan besar yang muncul di kalangan investor adalah apakah GameStop akan mempertahankan 4.709 BTC miliknya. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, cadangan Bitcoin tersebut bernilai sekitar 368 juta dolar AS atau setara Rp5,88 triliun. Angka ini sudah dimasukkan ke dalam pos "piutang" dalam struktur neraca perusahaan sebesar 9,4 miliar dolar AS tersebut.

Jika akuisisi eBay berlanjut, setiap dolar akan sangat berharga untuk menekan beban utang dari pembiayaan pihak ketiga. Berikut adalah rincian kekuatan finansial yang disiapkan GameStop:

  • Kas dan investasi likuid di neraca: 9,4 miliar dolar AS (termasuk aset Bitcoin).
  • Komitmen pembiayaan dari TD Securities: Hingga 20 miliar dolar AS.
  • Opsi penerbitan saham baru untuk menutup kekurangan dana akuisisi.
  • Total nilai penawaran: 55,5 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham.

Manuver di Coinbase Prime Sebelum Penawaran Besar

Bulan lalu, GameStop memindahkan seluruh cadangan Bitcoin mereka ke Coinbase Prime, platform broker utama milik Coinbase untuk nasabah institusi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi opsi covered-call. Melalui skema ini, perusahaan tetap memiliki eksposur terhadap Bitcoin sambil menghasilkan pendapatan tambahan dari premi opsi.

Strategi tersebut awalnya dianggap sebagai sinyal bahwa GameStop akan menjadi pemegang jangka panjang (HODL). Namun, dengan munculnya tawaran terhadap eBay, posisi Bitcoin tersebut kini dipandang sebagai aset likuid yang siap dilepas kapan saja. Likuidasi Bitcoin sebesar Rp5,8 triliun tentu akan memberikan suntikan modal instan, meski skalanya relatif kecil dibandingkan total nilai akuisisi.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen GameStop belum memberikan komentar resmi terkait rencana spesifik terhadap aset Bitcoin mereka. Jika akuisisi ini berhasil, GameStop akan bertransformasi menjadi kekuatan baru di industri ritel daring global, sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai peran Bitcoin dalam strategi jangka panjang perusahaan.

Reporter: Teuku Fahreza
Back to top