6 Bulan Pascabanjir Aceh, Bocah 10 Tahun di Tanah Jambo Aye Kehilangan Ibu, Nenek, dan Abang Sekaligus

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36:01 WIB
Sausan, bocah 10 tahun di Aceh Utara, masih berjuang pulih dari trauma kehilangan ibu, nenek, dan abang akibat banjir bandang.

LHOKSEUMAWE — "Kamu enak ya ada mama, bisa dikawani sama mama, bisa dimasaki sama mama, bisa dipegang, bisa jalan-jalan sama mama, bisa dipeluk sama mama," kata Sausan Sania, bocah 10 tahun di Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, kepada tim BBC.

Ucapan itu keluar dari mulut seorang anak yang enam bulan lalu kehilangan ibu, nenek, dan abang laki-lakinya secara bersamaan. Banjir bandang yang merendam sebagian besar pesisir Aceh pada akhir 2025 lalu tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga anggota keluarga inti Sausan dalam satu hari.

Bagaimana Kondisi Psikologis Sausan Setelah Enam Bulan?

Ayah Sausan, T. Zaman Huri, mengakui bahwa putrinya belum sepenuhnya pulih dari trauma. Meski sudah setengah tahun berlalu, luka kehilangan tiga orang terdekat sekaligus masih membekas dalam keseharian anak itu.

"Dia berusaha melalui hari demi hari," ujar Zaman, menggambarkan perjuangan putrinya untuk kembali menjalani rutinitas meski tanpa kehadiran ibu, nenek, dan abang yang biasa menemani.

Apa yang Hilang dari Hidup Sausan?

Bagi Sausan, kehilangan ibu berarti kehilangan sosok yang memasak, menemani jalan-jalan, dan memberikan pelukan hangat. Nenek dan abangnya selama ini menjadi bagian dari keseharian yang tak tergantikan. Kini, ia harus belajar menerima kenyataan bahwa ketiganya tidak akan kembali.

Zaman mengatakan, Sausan masih sering menunjukkan sikap rindu secara verbal. Kalimat-kalimat seperti "enak ya punya mama" kerap ia ucapkan saat melihat teman-temannya berinteraksi dengan ibu mereka. Ini menjadi alarm bagi keluarga bahwa proses pemulihan psikologis anak tersebut masih panjang.

Berapa Lama Trauma Anak Korban Banjir Biasanya Bertahan?

Psikolog anak di Aceh mencatat, pemulihan trauma akibat bencana alam pada anak usia sekolah dasar bisa berlangsung lebih dari satu tahun, terutama jika kehilangan yang dialami bersifat masif dan mendadak. Dalam kasus Sausan, kehilangan tiga anggota keluarga dalam satu peristiwa memperberat proses adaptasi.

Dukungan dari ayah dan dua saudara kandung yang tersisa menjadi faktor utama yang membuat Sausan tetap bisa menjalani hari. Namun, tanpa intervensi psikososial yang memadai, risiko depresi dan gangguan kecemasan pada anak penyintas bencana tetap mengintai.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Membantu Sausan?

Pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan di Aceh sejauh ini telah menyalurkan bantuan logistik dan tempat tinggal darurat bagi korban banjir. Namun, pendampingan psikologis bagi anak-anak seperti Sausan masih terbatas. Keluarga berharap ada perhatian lebih dari dinas sosial dan tenaga psikolog untuk membantu proses penyembuhan trauma putrinya.

Video dokumentasi yang diproduksi Raja Eben Lumbanrau dan Andra Anhar ini menjadi pengingat bahwa di balik angka korban banjir, ada kisah anak-anak yang harus kehilangan masa kecilnya dalam sekejap.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top