Warga Bener Meriah Sewa Alat Berat Gotong Royong Bersihkan Longsor Jalan Nasional Takengon–Bireuen, Akses Lumpuh 6 Bulan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 23:38:01 WIB
Warga Bener Meriah bersama aparat setempat gotong royong membersihkan longsor di jalan nasional Takengon–Bireuen.

REDELONG — Empat titik longsor menimbun badan jalan lintas nasional penghubung wilayah tengah Aceh dengan pesisir utara itu. Dua titik berada dari arah Takengon dan dua titik lainnya dari arah Bireuen menuju Jembatan Enang-Enang.

Selama enam bulan terakhir, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan alternatif Simpang Lancang–Wih Porak. Namun, jalur tersebut sangat sempit, rusak parah, dan kerap memicu antrean panjang kendaraan dari kedua arah.

Biaya Pembersihan dari Sumbangan Masyarakat

Syahrial, mantan Imum Mukim Pintu Rime Gayo yang memimpin aksi pembukaan jalan, mengatakan biaya sewa alat berat berasal dari sumbangan warga. Sejumlah pihak turut membantu, mulai dari aparatur kecamatan hingga personel Koramil dan Polsek setempat.

"Sudah terlalu lama masyarakat menunggu. Jalan alternatif tidak memadai, kendaraan bisa berjam-jam antre," kata Syahrial.

Target Akses Kembali Dibuka dalam Tiga Hari

Syahrial menargetkan akses itu bisa dilalui kendaraan roda dua dalam tiga hingga empat hari ke depan. Meski demikian, Jembatan Enang-Enang masih putus akibat banjir bandang pada akhir 2025 lalu.

"Nantinya kami akan coba timbun ujung jembatan supaya kendaraan roda empat juga bisa lewat," ujar dia.

Pemerintah Pusat Baru Bangun Jembatan Alternatif 2027

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebelumnya memutuskan membangun akses alternatif melalui Jembatan Wih Porak dari arah Wer Lah menuju Simpang Lancang. Jalur itu direncanakan sebagai penghubung sementara Takengon–Bireuen.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bener Meriah, Alfahmi, mengatakan pembangunan jembatan alternatif segera dikerjakan BPJN setelah persoalan lahan selesai. "Mereka hanya memastikan lahan tidak bermasalah karena statusnya jalan kabupaten," kata Alfahmi.

Adapun pembangunan permanen Jembatan Enang-Enang baru dijadwalkan pada 2027 berdasarkan hasil rapat BPJN dengan Kementerian PUPR di Banda Aceh. Keputusan itu menuai kritik warga yang menilai pemerintah terlalu lama membiarkan akses utama lumpuh, hingga masyarakat harus bergotong royong membuka sendiri jalan nasional yang tertimbun longsor.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: rahasiaumum.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top