ACEH — Gordon, 25 tahun, telah menjalani tes medis dan menandatangani kontrak dengan juara La Liga tersebut. Kepindahan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah ia duduk di lorong Spotify Camp Nou, meresapi atmosfer sebelum laga leg kedua babak knockout Liga Champions melawan Newcastle pada Maret lalu. Kini, ia kembali ke stadion yang sama, tetapi sebagai pemain anyar Blaugrana.
Gordon disebut sangat berterima kasih atas perannya di Newcastle yang ia anggap sebagai tiga setengah tahun terbaik dalam hidupnya. Namun, ambisinya untuk mencapai level tertinggi tak pernah padam. Mantan rekan setimnya di Newcastle, Matt Ritchie, menggambarkan Gordon sebagai pribadi yang fokus dan pekerja keras.
"Dia bermimpi besar, berpikir besar, dan Anda bisa melihat kepribadiannya di lapangan. Dia menjadi pemain tim, tetapi selalu memiliki keunggulan dan kepercayaan diri yang terkendali, seperti yang dimiliki semua pemain top. Saya tidak terkejut dia pindah ke klub sekelas Barcelona," ujar Ritchie.
Barcelona sebenarnya memiliki opsi untuk mempermanenkan masa pinjaman Rashford dari Manchester United senilai 26 juta poundsterling. Namun, klub memprioritaskan Gordon yang lebih muda tiga tahun, lebih serbaguna di sisi kiri dan tengah, serta memiliki gaji lebih rendah. Ketajaman Gordon di Eropa menjadi faktor penentu.
Musim ini, hanya Kylian Mbappe (15 gol) dan Harry Kane (14 gol) yang mencetak lebih banyak gol di Liga Champions ketimbang Gordon (10 gol). Konversi tembakan Gordon di kompetisi Eropa mencapai 38,5 persen, jauh di atas rata-rata Premier League yang hanya 12,5 persen. Rata-rata, ia mencetak gol atau assist setiap 64 menit di Eropa, berbanding 227 menit di Premier League.
Meski Gordon telah tiba, bukan berarti pintu bagi Rashford tertutup rapat. Sumber terdekat pemain 28 tahun itu menyebut situasi keduanya terpisah. Barcelona memiliki tenggat waktu 15 Juni untuk mengaktifkan klausul pembelian Rashford. Namun, klub sedang berusaha merenegosiasi persyaratan, sesuatu yang ditolak Manchester United.
Kemungkinan besar, negosiasi akan berlanjut setelah tenggat waktu tersebut. Titik krusial adalah jeda antara akhir turnamen internasional dan rencana Rashford kembali berlatih sekitar tiga pekan kemudian. Jika tak ada kesepakatan, manajer Manchester United, Michael Carrick, harus memutuskan apakah akan memulangkan pemain yang sebenarnya tidak diinginkan manajemen klub.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyukai intensitas, kecepatan, dan agresivitas Gordon. Namun, yang paling menarik perhatian adalah pernyataan Gordon sendiri tentang perbedaan kedua kompetisi. Ia menilai Premier League kini "jauh lebih lambat dan lebih banyak berdasarkan bola mati", sementara Liga Champions lebih mengedepankan sepak bola sejati.
"Kadang-kadang ini soal duel—siapa yang memenangkan duel, memenangkan pertandingan—atau momen. Liga Champions sedikit lebih seperti gaya sepak bola lama. Tim datang dan mencoba bermain sepak bola yang sesungguhnya," ujar Gordon. Statistik membuktikan, Gordon lebih nyaman di panggung Eropa dengan rata-rata dribel sukses 45,5 persen per 90 menit, lebih baik dari catatannya di Premier League.