BANDA ACEH — Sebanyak 54 hewan kurban yang terdiri dari 51 ekor kambing dan 3 ekor sapi telah disalurkan ke 14 desa di perbatasan Aceh-Sumatera Utara. Hewan-hewan tersebut didistribusikan ke kawasan yang menjadi fokus dakwah FDP, termasuk Kecamatan Leuser di Aceh Tenggara dan Pulau Banyak di Aceh Singkil.
Zulkarnaini menjelaskan, para penyumbang kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dokter, akademisi, hingga pedagang. Menurutnya, tingginya minat berkurban ke perbatasan menunjukkan kepedulian pada kondisi saudara yang tinggal di daerah dengan akses pendidikan Islam yang terbatas.
"Alhamdulillah hewan kurban yang kita salurkan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan umat Islam Aceh dan Indonesia begitu peduli dengan kondisi umat Islam di perbatasan," kata Zulkarnaini di Banda Aceh, Kamis.
Ketua FDP Aceh, dr. Nurkhalis, menambahkan bahwa hingga saat ini setidaknya ada 13 orang dai yang menjalankan tugas dakwah di wilayah tersebut. Di Aceh, para dai ditempatkan di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, dan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Sementara di Sumatera Utara, fokus dakwah meliputi Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
Kawasan yang menjadi target pengiriman hewan kurban meliputi Kecamatan Danau Paris dengan sejumlah desa, antara lain:
Selain itu, beberapa desa di luar Kecamatan Danau Paris juga menjadi sasaran distribusi hewan kurban tahun ini.
Sebelum hari raya, FDP bersama Baznas telah menyerahkan bingkisan bagi 20 mualaf di Aceh Singkil dan Subulussalam. Langkah ini menjadi bagian dari program pendampingan bagi warga yang baru memeluk Islam di daerah perbatasan.
Distribusi hewan kurban tahun ini menjadi yang terbesar dalam sejarah FDP. Peningkatan jumlah hewan kurban dari tahun ke tahun menjadi indikator bahwa kepedulian masyarakat terhadap daerah perbatasan terus tumbuh.