58 Unit Huntara BNPB-Kementerian PU di Aceh Utara Rusak Dihantam Angin Kencang, Ratusan Warga Kembali Mengungsi

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:04:23 WIB
unit hunian sementara di Aceh Utara rusak akibat angin kencang, memaksa ratusan warga mengungsi.

LHOKSEUMAWE — Bencana angin kencang yang melanda Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (2/6/2026) lalu, membuat nasib para korban banjir bandang November 2025 kembali terpuruk. Hunian sementara (huntara) yang mereka tempati selama menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) kini hancur.

Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kecamatan Langkahan, total kerusakan mencapai 58 unit huntara dan satu unit musala. Kerusakan ini tersebar di beberapa lokasi, dengan kategori rusak berat, sedang, hingga ringan.

Huntara Gampong Rumoh Rayeuk Paling Parah, 11 Unit Ambruk

Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, mengatakan kerusakan paling parah terjadi di kawasan Huntara Gampong Rumoh Rayeuk yang merupakan bantuan BNPB. Dari 36 unit yang terdampak, sebanyak 11 unit dilaporkan rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.

“Rusak berat juga terjadi di Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung, yang merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum. Tujuh unit huntara rusak berat, sementara satu unit musala di lokasi yang sama juga mengalami kerusakan,” ujar Reza, Rabu (3/6/2026).

Warga Kembali Mengungsi, Tenda Darurat Disiapkan

Akibat kerusakan tersebut, para penghuni huntara untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, keluarga, maupun tetangga terdekat yang dianggap lebih aman. Pemerintah Kecamatan Langkahan bersama pihak terkait tengah menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk pendirian tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara.

“Untuk sementara para penghuni huntara mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga. Kami juga akan mendirikan tenda darurat untuk warga yang terdampak sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut,” kata Reza.

Berapa Total Kerusakan di Setiap Lokasi?

Selain di Gampong Rumoh Rayeuk dan Buket Linteung, kerusakan juga tercatat di kawasan Gampong Geudumbak yang merupakan program pembangunan insitu. Di lokasi tersebut, 10 unit huntara mengalami rusak, dengan rincian empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.

Sementara itu, di Huntara Gampong Langkahan yang juga bantuan BNPB, terdapat lima unit yang mengalami rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Apa Langkah Pemkab Aceh Utara Selanjutnya?

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan lanjutan. Bantuan darurat juga tengah disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa penanganan pascabencana.

“Tentunya Pemkab Aceh Utara bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan lanjutan, serta menyiapkan bantuan darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa penanganan pascabencana,” ucap Reza Ichwan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: portalsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top