ACEH — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah-langkah yang ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN. “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN,” katanya dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu.
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang memaparkan empat langkah utama yang akan ditempuh. Pertama, refocusing penerima manfaat. Kedua, moratorium pembangunan dapur baru. Ketiga, pembenahan dapur yang telah beroperasi. Keempat, penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari keempat langkah tersebut, refocusing penerima manfaat menjadi prioritas yang membutuhkan kolaborasi erat dengan Kemenkes. Sebab, sasaran program ke depan akan difokuskan pada kelompok 3B, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.
Menurut Nanik, fokus pada kelompok 3B merupakan domain isu yang menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan. “Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), yang menjadi domain isu Kemenkes,” ujarnya.
Pertemuan itu juga dihadiri dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono. Kehadiran mereka menandai dimulainya era baru kepemimpinan di BGN yang ingin menghadirkan wajah baru lembaga tersebut dalam pelaksanaan program MBG.
Langkah moratorium pembangunan dapur baru diambil untuk mengevaluasi efektivitas dapur yang sudah ada. BGN akan membenahi dapur yang telah beroperasi agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Sementara itu, penyusunan skema baru untuk wilayah 3T menjadi perhatian khusus. Daerah terpencil selama ini kerap menghadapi kendala logistik dan distribusi pangan, sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dari pelaksanaan di perkotaan.
Dukungan penuh dari Kemenkes diharapkan mempercepat proses transisi program MBG ke arah yang lebih terukur dan berdampak langsung pada perbaikan gizi masyarakat, khususnya ibu dan anak.