ACEH — Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan reli harga emas global di pasar spot. Investor global terus memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Kenaikan harga ini memberikan keuntungan langsung bagi pemegang emas batangan yang membeli di level harga lebih rendah. Sebaliknya, calon pembeli yang menunda pembelian sejak pekan lalu kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan satu gram emas Antam.
Bagi investor yang memegang posisi sejak awal tahun, keuntungan kertas (paper gain) cukup signifikan. Pada awal Januari 2026, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2.450.000 per gram, artinya sudah naik lebih dari 10 persen secara year-to-date.
PT Aneka Tambang menetapkan harga buyback atau harga jual kembali emas batangan ke pihak Antam sebesar Rp2.461.000 per gram. Angka ini naik Rp14.000 dari posisi sebelumnya Rp2.447.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp250.000 per gram, yang mencerminkan margin keuntungan Antam dan biaya pengolahan.
Penguatan harga emas Antam tidak lepas dari sentimen eksternal. Harga emas di pasar spot London pada Jumat (12/6) ditutup menguat 0,8 persen ke level USD 2.890 per troy ons. Level ini mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercapai pada April lalu.
Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi pada Mei 2026 memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong investor beralih ke emas karena biaya oportunitas memegang aset non-yield ini menurun.
Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur masih belum mereda, mendorong bank sentral berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka.
Bagi investor ritel yang ingin menjual emas batangan yang dimiliki, harga buyback yang juga naik menjadi kabar baik. Keuntungan riil bisa diperoleh jika harga jual saat ini lebih tinggi dari harga beli di masa lalu. Namun, investor perlu memperhitungkan selisih harga jual dan buyback yang mencapai 9,2 persen.
Analis menyarankan investor tidak melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara agresif dalam waktu dekat. Proyeksi harga emas global masih positif hingga akhir tahun, didukung oleh tren pelemahan dolar AS dan kebijakan moneter longgar bank sentral global.
Sejumlah analis komoditas memperkirakan harga emas masih berpotensi naik menuju level USD 3.000 per troy ons pada kuartal III-2026. Jika terealisasi, harga emas Antam berpotensi menembus Rp2.800.000 per gram, dengan asumsi kurs rupiah stabil di kisaran Rp16.200 per dolar AS.
Investasi mengandung risiko. Fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh data ekonomi global, kebijakan suku bunga, dan kondisi geopolitik yang sulit diprediksi secara akurat.