SABANG — Prakirawan BMKG Aceh, Nabila, menyatakan potensi hujan lebat dan angin kencang dalam dua hari ke depan terfokus di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, dan Nagan Raya. Cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin di Samudra Hindia barat Sumatera.
Selain hujan deras, BMKG memperingatkan angin kencang berpotensi melanda Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Nabila mengimbau warga di tiga kota tersebut untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho yang rawan roboh. "Masyarakat dihimbau untuk terus memantau situasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (17/6).
Nabila menjelaskan, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera turut meningkatkan penguapan dan kandungan uap air di atmosfer. Kondisi ini, ditambah dengan adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh, mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. "Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," tambahnya.
BMKG mengingatkan warga yang tinggal di lereng perbukitan atau bantaran sungai untuk waspada terhadap potensi banjir bandang dan tanah longsor. Cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang dapat membawa dampak serius bagi kehidupan dan infrastruktur. Oleh sebab itu, penting untuk selalu siaga dan mempersiapkan diri saat cuaca buruk diperkirakan akan datang.
Masyarakat dihimbau untuk tidak memaksakan aktivitas di luar rumah jika cuaca mulai memburuk secara tiba-tiba. Pemantauan informasi cuaca terkini dapat diakses melalui aplikasi atau situs resmi BMKG. "Untuk menghindari kondisi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas di luar rumah," pungkas Nabila.