Berikut adalah harga terkini dari data yang kami terima, menunjukkan mayoritas aset dalam tekanan jual:
Koreksi pagi ini bukanlah kejutan. Pasar sedang dalam fase konsolidasi setelah kenaikan signifikan minggu lalu. Dua faktor utama mendorong aksi jual:
Pertama, antisipasi data inflasi AS. Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Jumat ini menjadi acuan utama The Fed. Jika data menunjukkan inflasi masih panas, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa tertunda, yang biasanya berdampak negatif pada aset berisiko seperti kripto. Kedua, pergerakan whale Bitcoin. Data on-chain menunjukkan peningkatan transfer BTC ke exchange dalam 24 jam terakhir, menandakan potensi distribusi oleh pemegang besar.
BTC saat ini berada di $62.780, hanya 1,5% di atas support psikologis $62.000. Jika PCE AS nanti malam lebih rendah dari ekspektasi, BTC berpotensi rebound menuju $64.500. Namun, jika tembus ke bawah $61.800, koreksi bisa berlanjut ke $60.000. Bagi investor ritel Indonesia, ini adalah titik entry yang menarik untuk strategi dollar-cost averaging (DCA) jangka panjang.
Dibandingkan altcoin lain, SOL hanya turun 2,1% dan masih bertahan di atas $69. Ekosistem Solana terus menunjukkan aktivitas tinggi, terutama dari sektor DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) dan meme coin yang masih viral di komunitas kripto global. Jika volume beli kembali meningkat, SOL punya potensi menguji $75 dalam pekan ini.
ADA menjadi yang terlemah pagi ini dengan koreksi 3,68% ke $0,15. Namun, dari sisi indikator RSI (Relative Strength Index), ADA sudah mendekati area oversold. Investor yang mencari bottom fishing bisa memantau level $0,14 sebagai support kuat. Katalis positif datang dari pengumuman upgrade jaringan Hydra yang dijadwalkan bulan depan, yang bisa meningkatkan skalabilitas Cardano.
Koreksi hari ini bukan akhir dari tren bullish jangka panjang, melainkan bagian dari siklus pasar. Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:
Pasar kripto 24 Juni 2026 sedang dalam fase koreksi sehat. Pelemahan terbesar terjadi pada Dogecoin dan Cardano, sementara Bitcoin dan BNB relatif stabil. Investor Indonesia disarankan untuk tidak panik, justru memanfaatkan momen ini untuk menambah posisi di aset-aset pilihan dengan horizon investasi jangka panjang.
Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.