Pencarian

Solar Langka di Aceh, Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Banda Aceh Mulai Merangkak Naik

Jumat, 12 Juni 2026 • 00:44:31 WIB
Solar Langka di Aceh, Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Banda Aceh Mulai Merangkak Naik
Kelangkaan solar di Aceh mulai memengaruhi harga minyak goreng dan gula pasir di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh.

BANDA ACEH — Dampak kelangkaan solar di Aceh kini mulai terasa di pasar tradisional. Berdasarkan pantauan di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Kamis (11/6/2026), harga minyak goreng curah dan gula pasir tercatat naik, sementara komoditas lain masih relatif stabil.

Minyak goreng curah kini dijual di kisaran Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan premium dibanderol Rp24 ribu per liter, dan Minyakita Rp17 ribu per liter. Harga gula pasir juga ikut merangkak naik ke level Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Kenaikan Juga Terjadi pada Bumbu Dapur

Kenaikan harga tak hanya terjadi pada minyak dan gula. Sejumlah bumbu dapur juga mencatatkan lonjakan. Harga tomat misalnya, melonjak drastis menjadi Rp25 ribu per kilogram dari harga normal yang hanya sekitar Rp12 ribu. Bawang merah dijual Rp44 ribu per kilogram, bawang putih Rp37 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting tembus Rp38 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Cabai rawit merah menjadi yang termahal, mencapai Rp48 ribu per kilogram.

Untuk komoditas protein, harga daging sapi murni masih bertahan di Rp158 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp34 ribu per kilogram, dan telur ayam ras justru mengalami penurunan menjadi Rp27 ribu per kilogram. Ikan tongkol dijual di kisaran Rp41 ribu per kilogram.

Pedagang: Distribusi Tersendat Imbas Solar Sulit

Zainal, seorang pedagang di Pasar Al-Mahirah, mengonfirmasi bahwa kenaikan harga ini tidak lepas dari masalah distribusi. Menurutnya, para distributor dan pengangkut barang mulai kesulitan beroperasi karena solar sulit didapatkan.

"Kalau untuk sebagian besar bahan pokok masih stabil, tidak ada kenaikan yang terlalu mencolok. Tapi minyak goreng dan gula pasir memang sudah naik. Salah satu penyebabnya karena distribusi barang tidak lancar, apalagi sekarang solar juga susah didapat," kata Zainal kepada Dialeksis.com, Kamis (11/6/2026).

Zainal menjelaskan, hampir semua barang yang masuk ke pasar diangkut menggunakan kendaraan berbahan bakar solar. Ketika BBM jenis ini langka, pengiriman menjadi terlambat dan biaya transportasi ikut membengkak, yang pada akhirnya dibebankan ke harga jual.

"Barang yang masuk ke pasar sebagian besar diangkut menggunakan kendaraan yang membutuhkan solar. Ketika solar langka, pengiriman jadi terlambat dan biaya angkut juga bisa bertambah. Itu yang kemudian berpengaruh pada harga jual," ujarnya.

Harapan Agar Distribusi Segera Normal

Meski kenaikan saat ini masih terbatas pada beberapa komoditas, Zainal khawatir dampaknya akan meluas jika masalah distribusi tidak segera diatasi. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan pasokan solar kembali lancar.

"Kalau persoalan distribusi ini tidak cepat diatasi, dikhawatirkan nanti komoditas lain juga ikut naik. Saat ini masyarakat masih bisa membeli karena sebagian besar harga masih stabil, tapi tetap perlu diantisipasi," katanya.

Di tengah tekanan kenaikan harga, penurunan harga telur ayam menjadi sedikit kabar baik bagi daya beli masyarakat. Zainal pun berharap kondisi ini tidak berlarut-larut.

"Harapan kami tentu distribusi kembali lancar dan solar mudah didapat. Kalau pasokan aman, harga juga bisa tetap stabil sehingga pedagang dan pembeli sama-sama tidak dirugikan," tutup Zainal.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks