ACEH — NHM mengoperasikan dua unit ambulans yang siaga 24 jam untuk melayani masyarakat di lingkar tambang dan sekitarnya. Fenny Baud, Cost Control NHM Peduli, mengatakan layanan ini dirancang untuk mengurangi beban biaya transportasi yang kerap menjadi kendala warga saat kondisi darurat. "Permohonan bisa diajukan melalui Kepala Desa, lalu berkoordinasi dengan Koordinator Lapangan NHM Peduli di kecamatan," jelas Fenny dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).
Dua Kasus Darurat Pekan Ketiga Juli
Pada 16 Juli, ambulans NHM menjemput Febiana Isabel Koya, ibu hamil asal Desa Waringin Lamo, Kecamatan Kao, yang harus dirujuk dari Puskesmas Kao ke RSUD Tobelo. Dua hari kemudian, giliran Yermina Popola, warga Desa Leleseng, Kecamatan Kao Barat, yang mengalami stroke diantar ke rumah sakit yang sama.
Keluarga Popola menyampaikan apresiasi langsung. "Atas nama keluarga Popola, kami mengucapkan terima kasih kepada NHM atas bantuan dan kepeduliannya kepada kami, khususnya masyarakat yang kurang mampu," ujar Yermina.
Prosedur Akses dan Komitmen Perusahaan
Fenny menjelaskan, setelah permintaan diverifikasi dan disetujui, pengemudi ambulans yang siaga langsung bergerak. NHM menekankan layanan ini bukan sekadar tugas operasional, melainkan bagian dari semangat perusahaan yang disebut Menambang dengan Hati. "Pengemudi ambulans NHM Peduli selalu siap melayani dengan hati. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari komitmen kami untuk hadir dan membantu masyarakat dalam kondisi yang paling genting," tambah Fenny.
NHM berharap layanan ambulans gratis ini terus menjadi andalan warga Halmahera Utara, terutama dalam situasi darurat kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan lainnya. Dengan dua unit yang beroperasi penuh, perusahaan ingin memastikan akses darurat tidak terhambat oleh jarak atau keterbatasan sarana desa.