Pencarian

Insentif Baterai Mobil Listrik China Dicabut Bertahap, Pajak Lithium-Ion Naik 2027

Sabtu, 05 September 2026 • 15:18:01 WIB
Insentif Baterai Mobil Listrik China Dicabut Bertahap, Pajak Lithium-Ion Naik 2027
Pajak baterai lithium-ion kendaraan listrik di China akan mulai naik pada 2027 setelah insentif dicabut bertahap.

ACEH — Kebijakan ini menandai berakhirnya era panjang keringanan pajak untuk kendaraan listrik di China. Sebelumnya, baterai lithium-ion sepenuhnya bebas pajak, menjadikannya salah satu faktor utama harga BEV di China bisa ditekan sangat rendah. Kini, otoritas setempat mulai menarik insentif tersebut secara bertahap.

Kenaikan tarif pajak ini jelas berdampak pada banderol harga mobil listrik. Konsumen yang selama ini terbiasa dengan harga BEV yang kompetitif akan menghadapi kenaikan biaya produksi yang akhirnya dibebankan ke harga jual. Kondisi ini berpotensi meredam minat beli di tengah persaingan pasar domestik yang kian ketat.

Dampak ke Penjualan dan Strategi Pabrikan China

Penurunan minat terhadap BEV sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Data penjualan menunjukkan tren negatif yang membuat sejumlah produsen lokal was-was. BYD, misalnya, menjadi salah satu merek yang mengalami penurunan penjualan, meski sempat mencatatkan hasil memuaskan sebelumnya.

Untuk menyelamatkan volume penjualan, pabrikan seperti BYD, Geely, Chery, dan GWM mulai mengalihkan fokus ke pasar ekspor. Sebagian dari mereka bahkan sudah membangun pabrik di negara tujuan, termasuk Indonesia. Langkah ini menjadi penyelamat di tengah melambatnya permintaan domestik akibat insentif yang terus dipangkas.

Baterai Solid-State dan Sodium-Ion Masih Bebas Pajak

Kebijakan pajak ini tidak berlaku untuk semua jenis baterai. Baterai solid-state, sodium-ion, dan fuel cell masih mendapatkan pembebasan pajak hingga akhir 2028. Setelah itu, ketiganya baru akan dikenakan pajak mulai 2029.

Jeda waktu ini dimanfaatkan para produsen untuk mempercepat pengembangan teknologi baterai alternatif. BYD dan Geely dikabarkan sudah menyiapkan pengujian langsung untuk baterai solid-state yang akan diterapkan pada sejumlah model ramah lingkungan. Produsen baterai independen juga bersiap melakukan uji coba serupa dengan target komersialisasi sebelum tenggat insentif berakhir.

Pelajaran untuk Pasar Indonesia

Kebijakan China ini menjadi catatan menarik untuk pasar otomotif Indonesia yang tengah gencar mendorong adopsi mobil listrik. Saat ini, insentif yang diberikan pemerintah Indonesia memang terbukti membantu pertumbuhan penjualan kendaraan ramah lingkungan. Namun, sejak awal 2026 tidak ada skema insentif baru yang menggantikan program lama, dan realisasinya kerap tertunda.

Meski tanpa insentif baru, produsen tetap agresif menghadirkan mobil listrik murah di Indonesia. Performa penjualan BEV lokal saat ini tercatat cukup baik, bahkan disebut sudah melampaui penjualan mobil hybrid. Sementara model PHEV masih tertinggal jauh dari HEV dan BEV, hal ini tidak menghentikan merek asal China untuk terus menawarkan model tersebut di pasar Tanah Air.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ridertua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks