Pencarian

Bupati Gayo Lues Minta Pencairan Dana Bibit Kopi Ditunda Hingga Petani Terbukti Menanam

Senin, 07 September 2026 • 23:16:01 WIB
Bupati Gayo Lues Minta Pencairan Dana Bibit Kopi Ditunda Hingga Petani Terbukti Menanam
Bupati Gayo Lues meminta pencairan dana bibit kopi ditunda hingga petani terbukti menanam.

BLANGKEJEREN — Bupati Gayo Lues Suhaidi memastikan program penanaman kopi yang dijadwalkan berjalan mulai September 2026 tidak akan menjadi program bagi-bagi bibit tanpa kepastian penanaman. Ia menegaskan pengawasan dilakukan sejak pembagian bibit hingga memastikan seluruh bibit benar-benar ditanam oleh petani.

Suhaidi menyampaikan hal itu dalam rapat rutin bersama para asisten dan kepala SKPK di Aula Setdakab Gayo Lues, Senin (7/9/2026). Instruksinya tegas: pencairan biaya program ke rekening kelompok ditunda sampai setiap KK dalam kelompok tersebut terbukti menanam kopi.

Pencairan Dana Menunggu Bukti Tanam

"Saya mau pencairan biaya terkait kopi ini ke rekening kelompok nanti dicairkan setelah setiap KK dalam kelompok tersebut sudah benar-benar menanam kopinya," ujar Suhaidi dalam rapat tersebut.

Kebijakan ini ditempuh agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada seremonial pembagian bibit. Suhaidi meminta setiap desa memiliki minimal satu ASN yang bertugas memantau proses penanaman di lapangan.

"Satu desa itu minimal ada satu ASN untuk menjadi penanggung jawab, supaya masyarakat kita ini betul-betul menanam kopi yang sudah kita bagikan," katanya.

70 Persen Program Bupati di Sektor Pertanian

Suhaidi menekankan Dinas Pertanian harus memastikan program perkebunan berjalan sesuai target. Ia menyebut sekitar 70 persen program kerja Bupati-Wakil Bupati Gayo Lues berada di sektor pertanian, sehingga keberhasilan program kopi menjadi prioritas.

"Kita sudah berbicara teknis. Artinya bagaimana program ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan," kata Suhaidi.

Ia juga meminta tidak ada alasan yang menyebabkan program penanaman terhenti, termasuk persoalan akses jalan maupun kualitas bibit.

Jalan Perkebunan Dibuka Pakai Alat Berat UPTD

Dinas Pekerjaan Umum diminta membersihkan dan membuka akses jalan menuju perkebunan warga dengan memanfaatkan alat berat milik UPTD. Suhaidi menilai penggunaan alat milik pemerintah lebih efisien dibandingkan mengontrakkan pekerjaan tersebut.

Dengan skema ini, anggaran dapat difokuskan untuk kebutuhan operasional seperti gaji operator dan bahan bakar, bukan untuk biaya sewa alat yang lebih mahal.

Bibit Kopi Dibagikan Akhir September 2026

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Ir. Hakim, mengatakan pembagian bibit kopi kepada masyarakat ditargetkan berlangsung pada akhir September 2026. Penyaluran menunggu kondisi cuaca dan kesiapan tanaman agar memenuhi kriteria pembagian yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

"Melihat kondisi cuaca, akhir September ini kopi akan kita bagikan. Kita menunggu kondisi bibit sesuai dengan kriteria pembagian yang telah ditentukan Kementerian," kata Hakim.

Tim Percepatan Hutan Sosial Dibentuk

Selain program kopi, Pemkab Gayo Lues membentuk tim percepatan hutan sosial. Tim tersebut ditargetkan dapat menyediakan lahan untuk pengembangan kopi, kakao, dan komoditas lainnya mulai 2027.

Suhaidi mengatakan langkah tersebut dilakukan agar pengembangan komoditas perkebunan tidak terkendala regulasi di sektor kehutanan. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan terkait rencana tersebut.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks