ACEH — Pernyataan Lekjaa disampaikan dalam sebuah acara politik di Bouznika, Maroko, Kamis (10/9/2026). Kantor berita Spanyol EFE dan Reuters melaporkan pernyataan tersebut, yang langsung mencuat karena menyentuh salah satu keputusan paling ditunggu jelang Piala Dunia 2030.
Sampai saat itu, FIFA belum mengumumkan stadion maupun kota tuan rumah partai final. Sejumlah kota yang akan menggelar pertandingan Piala Dunia 2030 pun belum seluruhnya difinalisasi.
Stadion Hassan II Jadi Kartu Andalan Maroko
Benslimane dipersiapkan sebagai lokasi Stadion Hassan II, proyek infrastruktur utama Maroko menuju Piala Dunia 2030. Stadion itu diproyeksikan menampung sekitar 115.000 penonton, angka yang menempatkannya sebagai salah satu yang terbesar di dunia.
Pada Mei 2026, pejabat yang mengawasi proyek tersebut menyebut stadion berkapasitas 115.000 kursi itu ditargetkan rampung pada akhir 2027. Pemerintah Maroko juga membangun infrastruktur pendukung untuk menghubungkan kawasan stadion dengan Casablanca dan Rabat.
Kapasitas besar dan lokasinya yang dekat dengan dua kota utama menjadi kekuatan Maroko dalam persaingan memperebutkan laga final.
FIFA Belum Tetapkan Venue, Pernyataan Lekjaa Bukan Keputusan Resmi
Reuters melaporkan bahwa hingga Kamis, FIFA belum mengumumkan venue final Piala Dunia 2030. Karena itu, pernyataan Lekjaa belum bisa diperlakukan sebagai pengumuman resmi.
“Provinsi Benslimane akan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030,” kata Lekjaa sebagaimana dilaporkan EFE.
FIFA sebelumnya pernah membantah laporan media pada Agustus 2026 yang menyebut Presiden FIFA Gianni Infantino telah menjanjikan pertandingan final kepada Maroko. Federasi sepak bola dunia itu menyebut laporan tersebut sebagai informasi yang "false and misleading" atau keliru dan menyesatkan, dan menegaskan keputusan soal tempat final akan ditentukan pada waktunya.
Spanyol Juga Klaim Hak Gelar Final
Maroko tidak sendirian. Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) Rafael Louzan sebelumnya menyatakan final Piala Dunia 2030 seharusnya digelar di Spanyol.
Pada Januari 2026, Louzan menyebut Spanyol akan menjadi negara utama penyelenggara turnamen dan menyatakan final bakal dimainkan di negaranya. FIFA juga tidak pernah mengonfirmasi pernyataan itu sebagai keputusan resmi.
Dua stadion Spanyol yang disebut sebagai kandidat kuat adalah Santiago Bernabeu di Madrid dan Camp Nou di Barcelona. Persaingan ini membuat Stadion Hassan II di Benslimane tetap menjadi salah satu kandidat yang paling diperhatikan.
Piala Dunia 2030 Digelar di Enam Negara, Tiga Benua
FIFA telah menetapkan Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030. Argentina, Paraguay, dan Uruguay masing-masing akan menggelar satu pertandingan sebagai bagian perayaan satu abad Piala Dunia.
Format itu membuat Piala Dunia 2030 berlangsung di enam negara yang tersebar di tiga benua. Uruguay mendapat posisi khusus karena menjadi tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia pertama pada 1930.
Sebagian besar pertandingan akan dimainkan di Maroko, Portugal, dan Spanyol. Pembagian laga-laga penting, termasuk partai final, masih menjadi keputusan yang paling ditunggu.
Jika FIFA akhirnya menunjuk Stadion Hassan II, Maroko akan mencatat kehormatan bersejarah sebagai lokasi pertandingan final Piala Dunia. Namun untuk saat ini, pernyataan Lekjaa tetap merupakan klaim Presiden FRMF, bukan keputusan resmi FIFA.