BLANGKEJEREN — Air mulai naik dan merendam pemukiman warga di Kecamatan Rikit Gaib sejak Kamis malam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan luapan sungai dan genangan di sejumlah desa.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, TNI, dan Polri langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Warga, termasuk lansia dan anak-anak, dipindahkan ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet.
Evakuasi Berlangsung Hingga Malam Hari
Proses evakuasi berlangsung hingga larut malam. Petugas menyisir rumah-rumah yang terendam untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di dataran lebih tinggi.
Belum ada data pasti mengenai jumlah rumah yang terendam. Namun, dari pantauan di lapangan, ketinggian air di beberapa titik mencapai satu meter lebih.
Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Butuh Bantuan Logistik
Kepala BPBD Gayo Lues mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, warga yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan logistik, seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut.
“Kami masih melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” ujar Kepala BPBD Gayo Lues dalam keterangannya, Jumat (24/7).
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Aceh. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor, terutama di daerah dataran rendah dan bantaran sungai.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama BPBD masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi. Posko darurat juga telah didirikan untuk memudahkan koordinasi penanganan dan penyaluran bantuan.