BANDA ACEH — Sebanyak 93 titik api (hotspot) terdeteksi di sembilan kabupaten/kota di Aceh dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim kemarau yang membuat suhu udara mencapai 35,6 derajat Celcius.
Peta Sebaran Titik Api di Aceh
Peramal Tugas BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nabila, menyebutkan titik api tersebut tersebar di Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Bireuen, Aceh Singkil, Gayo Lues, Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Pidie. Kategori titik api bervariasi dari rendah hingga tinggi.
“Suhu udara di Aceh rata-rata mencapai 35,6 derajat Celcius pada 15 Juli 2026, kemudian turun menjadi 33,4 derajat Celcius pada 19 Juli 2026. Namun kondisi tersebut masih menunjukkan cuaca yang relatif panas,” ujar Nabila.
Mengapa Karhutla Mudah Terjadi?
Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Aceh sudah memasuki musim kemarau. Pasokan uap air dan kelembaban udara menjadi minim, sehingga lahan kering mudah terbakar. Namun, ada pengecualian di beberapa wilayah non-Zona Musim (non-ZOM) seperti Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Nagan Raya yang masih berpotensi hujan sepanjang tahun.
BMKG juga mengingatkan bahwa pada musim kemarau masih ada potensi hujan lebat mendadak pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu pemanasan intens pada siang hari yang memicu tumbuhnya awan konvektif.
Larangan dan Imbauan untuk Warga
Masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah. Aktivitas ini bisa memicu kebakaran yang meluas di tengah kondisi cuaca kering.
Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, BMKG menyarankan menggunakan alat pelindung diri seperti jaket, topi, dan kacamata anti radiasi UV. Perbanyak konsumsi air mineral untuk mencegah dehidrasi.
Waspada Cuaca Buruk Mendadak
Nabila mengingatkan agar warga tetap waspada saat berkendara, terutama pada sore hingga malam hari. Cuaca buruk bisa disertai angin kencang, hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah rawan.
“Sebab, cuaca buruk bisa disertai angin kencang, hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah rawan,” tutupnya.