ACEH — Data estimasi Kelley Blue Book (KBB) menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik AS perlahan pulih dari dampak penghapusan kredit pajak federal. Pada kuartal kedua 2026 saja, sebanyak 247.226 unit EV terjual—melonjak 14,7 persen dibanding kuartal pertama. Meski volume total semester I turun 10 persen secara tahunan, angka 463.000 unit menandakan permintaan tetap solid di tengah hadirnya model-model anyar.
Dominasi Tesla tak tergoyahkan dengan pangsa pasar 50,5 persen. Model Y menjadi tulang punggung penjualan, bahkan baru saja meluncurkan varian Model Y L dengan konfigurasi enam kursi dan dimensi lebih panjang di pasar AS pekan lalu. Sebaliknya, Model 3 justru ambles 34 persen dengan 66.616 unit—masih cukup untuk bertahan di posisi kedua.
Di luar Tesla, Hyundai IONIQ 5 menjadi EV terlaris dengan 20.730 unit, menggeser posisi Chevrolet yang sempat mendominasi segmen non-Tesla. Chevrolet secara keseluruhan masih menjadi merek EV terlaris kedua dengan 28.267 unit (6 persen pangsa pasar), disusul Hyundai di urutan ketiga dengan 26.936 unit (5,8 persen).
Toyota bZ—sebelumnya dikenal sebagai bZ4X—menempati peringkat keempat dengan 17.533 unit, melesat 90 persen secara tahunan. Pencapaian ini mengalahkan Chevy Equinox EV yang justru merosot 41 persen menjadi 16.249 unit. Toyota dan Subaru, yang kini sama-sama menjual tiga model SUV listrik, berhasil menggandakan volume penjualan EV mereka dalam setahun terakhir.
Rivian R1S menempati peringkat keenam dengan 11.677 unit, tipis di atas Ford Mustang Mach-E yang mencatat 11.632 unit. Honda Prologue, Lexus RZ, dan Cadillac Lyriq melengkapi posisi 8-10 besar dengan volume masing-masing 8.407, 7.814, dan 7.578 unit. Cadillac sendiri menjadi merek EV terlaris keempat dengan pangsa 4,9 persen, sementara Toyota duduk di posisi kelima (4,8 persen).
KBB mencatat beberapa model yang sudah lama tidak mendapat pembaruan besar mulai kehilangan momentum. Ford Mustang Mach-E dan Honda Prologue termasuk yang mulai tertekan seiring masuknya pesaing baru seperti Rivian R2, BMW iX3, pikap listrik Ford seharga 30.000 dolar AS, dan Kia EV3.
Di sisi lain, Toyota justru mengonfirmasi penundaan produksi Highlander BEV 2027—SUV listrik tiga baris pertamanya—yang sedianya meluncur akhir tahun ini bersama Lexus TZ dan Subaru Getaway. Keputusan ini mengindikasikan bahwa persaingan di segmen EV keluarga besar masih akan panas dalam beberapa bulan ke depan.