ACEH — Audiensi yang berlangsung di Bangkinang itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Dr. Hj. Misharti dan Sekretaris Daerah Dr. Ardi Mardiansyah. Suasana pertemuan disebut berlangsung akrab dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kerja sama dengan perbankan dan lembaga jaminan sosial. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar program-program yang dicanangkan bisa berjalan optimal.
Bupati secara spesifik menyoroti peran strategis sektor perbankan. Ia menyebut, BRI dan BNI diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Akses pembiayaan yang lebih mudah dan penguatan literasi keuangan masyarakat menjadi fokus utama yang dibahas.
Sementara itu, untuk BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah meminta agar perlindungan jaminan sosial tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga diperluas ke sektor informal. “Kami ingin para pekerja di Kampar, baik yang bekerja di pabrik maupun yang berdagang di pasar, punya rasa aman,” ujar Bupati dalam pernyataan yang dikutip dari rilis pertemuan.
Pimpinan masing-masing lembaga yang hadir juga memaparkan program, capaian, serta rencana kerja yang bisa disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Mereka menyatakan komitmen untuk mendukung berbagai program daerah demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha di Kampar. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga jaminan sosial, para pengusaha kecil tidak hanya mendapat akses modal, tetapi juga perlindungan jika terjadi risiko kerja.
Ke depan, hasil dari audiensi ini diharapkan bisa ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan warga Kampar.