BLANGKEJEREN — Sebanyak 55 peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok mempresentasikan video promosi produk mereka di hadapan dewan juri pada sesi penutupan AdCamp: Skill Up Lab. Setiap kelompok menampilkan karya yang digarap sejak awal pelatihan sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang diterima selama dua hari.
Dewan juri memberikan tanggapan terhadap konten masing-masing kelompok. Selain apresiasi, juri menyampaikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan video dan strategi promosi produk peserta.
Pelatihan yang digelar Kementerian Ekraf melalui Deputi Bidang Kreativitas Media dan Direktorat Periklanan ini berlangsung 21–22 September 2026 di Pendopo Bupati Gayo Lues. Kegiatan mengusung semangat "Ekraf Peduli, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya" dengan dukungan enam narasumber.
Peserta menerima materi soal storytelling, pembuatan konten, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta etika dalam periklanan. Materi itu kemudian diterapkan langsung saat peserta memproduksi video promosi produk masing-masing.
Direktur Periklanan Kementerian Ekraf, Andy Ruswar, membuka penutupan dengan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, khususnya Bupati Gayo Lues, yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati, yang telah mendukung program ini," kata Andy dalam penutupan kegiatan.
Menurutnya, pelatihan ini bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta di bidang periklanan agar bisa berkontribusi bagi daerah melalui penyampaian informasi dan promosi produk lokal.
"Ini merupakan pelatihan untuk periklanan. Diharapkan peserta dapat memberikan kontribusi terhadap daerahnya untuk memberikan informasi. Mereka telah diajarkan bagaimana membuat storytelling dan lainnya," ujarnya.
Andy menilai pengembangan ekonomi baru perlu dimulai dari daerah dengan mendorong masyarakat mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki.
Antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan disebut Andy di luar prediksi. Peserta cepat memahami materi, termasuk setelah diperkenalkan dengan pemanfaatan AI dalam pembuatan konten.
"Antusias peserta di luar dugaan, di luar prediksi. Setelah diajarkan AI dan mengetahui etika periklanan seperti apa, mereka bisa menyesuaikan dan langsung membuatnya," katanya.
Andy menjelaskan, penggunaan AI dalam pembuatan iklan memiliki ketentuan dan etika yang harus diperhatikan. Salah satunya, konten yang dibuat dengan bantuan AI perlu diberikan keterangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah peserta bahkan menilai waktu pelatihan dua hari masih kurang. Penilaian itu muncul dari perhatian mereka selama mengikuti seluruh sesi.