FPMI Aceh Gelar Bimtek Madrasah Inklusif, 1.060 Peserta dari 23 Kabupaten/Kota Ikut serta

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 25 September 2026 | 10:01:32 WIB
Peserta mengikuti bimbingan teknis madrasah inklusif yang digelar FPMI Aceh secara hybrid di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Bimbingan teknis yang digelar FPMI Aceh bersama Bunda Inklusi Kemenag Aceh ini mengusung tema "Merajut cinta menumbuhkan kesetaraan: Sinergi Bunda Inklusi dan GTK mewujudkan madrasah ramah untuk semua". Pelaksanaannya berlangsung secara hybrid, dengan 900 peserta mengikuti sesi daring melalui Zoom dan 160 peserta hadir langsung di aula.

Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan memperoleh sertifikat dengan bobot 32 jam pertemuan. Narasumber yang dihadirkan mencakup praktisi pendidikan inklusif serta pemateri nasional dari Kementerian Agama RI.

Sinergi Lintas Pihak Jadi Kunci Layanan Setara

Bunda Inklusi Kementerian Agama Provinsi Aceh, Nurlaili Ny. Azhari, menekankan pentingnya kolaborasi antara Bunda Inklusi kabupaten/kota, pengawas, kepala madrasah, dan guru. Menurutnya, kerja sama itu menjadi dasar agar peserta didik penyandang disabilitas memperoleh pendidikan berkualitas dan hak-haknya terpenuhi.

"Kerjasama semua pihak baik Bunda Inklusi Kab/Kota, pengawas, kepala dan guru merupakan sinergi hebat untuk memberikan layanan pendidikan setara bagi semua," ujar Nurlaili, yang juga Ketua DWP Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pendidikan adalah hak seluruh anak tanpa terkecuali, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

"Undang-undang dan PMA mengamanatkan pendidikan yang setara bagi semua. Karena itu, mari kita tingkatkan mutu pendidikan dan pelayanan dengan menjaga kedisiplinan serta semangat kerja sama," ujar Azhari.

Kemenag RI Dorong Madrasah Beri Ruang Lebih Optimal

Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. H. Anis Masykur, MA., menyampaikan apresiasi melalui Zoom pada hari kedua. Ia mendorong madrasah membuka ruang dan layanan yang lebih optimal bagi anak berkebutuhan khusus.

Ketua FPMI Aceh, Dr. Hj. Ummiyani, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi dukungan Kanwil Kemenag Aceh dan Bunda Inklusi Aceh terhadap terselenggaranya bimtek. Ketua Panitia, Hj. Fikriah, M.Pd., menyebut antusiasme peserta tinggi, terutama mereka yang memilih hadir langsung dibanding mengikuti sesi daring.

"Kita sangat bersyukur, Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Semua merupakan niat untuk memajukan madrasah inklusif dan antusiasme peserta yang luar biasa untuk hadir langsung, tidak mau ikut secara online," ujar Zulfahmi, Sekretaris FPMI Provinsi Aceh.

Enam Penggerak Inklusif Terima Anugerah Apresiasi 2026

Pada rangkaian kegiatan yang sama, Bunda Inklusi Kemenag Aceh dan FPMI Aceh memberikan Anugerah Apresiasi Inklusi 2026 kepada enam penggerak pendidikan inklusif dari berbagai kabupaten/kota. Penghargaan terbagi dalam dua kategori, yakni Ketua FPMI dan Bunda Inklusi.

  • Ketua FPMI Dedikatif: Muslailati, S.Pd. dari Kemenag Pidie Jaya
  • Ketua FPMI Inspiratif: Dr. Dahrina M, S.Ag., MA. dari Kemenag Kota Banda Aceh
  • Ketua FPMI Inspiratif: Dra. Saudah Pakeh, M.Pd. dari Kemenag Pidie
  • Bunda Inklusi Inspiratif: Desilusiana, SKM. dari Kemenag Aceh Tengah
  • Bunda Inklusi Inovatif: Hj. Yasmaidar, SE. dari Kemenag Aceh Besar
  • Bunda Inklusi Dedikatif: Annisatul Fuad, SE. dari Kemenag Aceh Utara

Pemetaan Hambatan dan Anggaran Jadi PR Kepala Madrasah

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., menutup kegiatan tersebut. Ia meminta kepala madrasah dan guru memetakan hambatan peserta didik berkebutuhan khusus secara akurat setelah bimtek berlangsung.

Data hasil pemetaan itu, lanjutnya, harus menjadi dasar alokasi perencanaan anggaran dalam RKAM. Dengan begitu, kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus dapat dipenuhi secara memadai.

Pelaksanaan bimtek dan pemberian apresiasi menjadi bagian dari upaya Bunda Inklusi dan FPMI memperkuat praktik pendidikan inklusif di madrasah. Tujuannya agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan pelayanan pendidikan secara setara.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: atjehwatch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top