BIREUEN — Humas UIA Paya Lipah Peusangan, Aulia Fitri, menyatakan tujuan utama kunjungan Arskal adalah meninjau progres pemulihan pasca banjir, melakukan pertemuan, lalu berdialog interaktif dengan sivitas akademika. Setelah sesi dialog, rombongan meninjau sejumlah proyek rekonstruksi sarana dan prasarana di kompleks kampus.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UIA, Edi Mizwar MPd, mendampingi peninjauan tersebut. Ia memperlihatkan progres pembangunan fisik hingga September 2026.
Edi Mizwar menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Pendis Kemenag yang telah memfasilitasi bantuan pemulihan pasca banjir November tahun 2025.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Pendis Kemenag telah memfasilitasi bantuan pemulihan pasca banjir November tahun 2025. Kami juga mengapresiasi kehadiran Pak Setditjen bersama tim yang meninjau perkembangan bantuan ini," ujar Edi Mizwar didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Dhiauddin MPd.
Usai peninjauan, Arskal memberikan kuliah umum. Ia menegaskan pentingnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) menjadi pusat keilmuan, pembentukan karakter, serta penyelesai masalah yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Arskal menekankan kehadiran perguruan tinggi harus menyatu dengan masyarakat sekitar melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dinamis dan adaptif bagi Gen Z maupun Gen Alpha.
Untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan mutu pendidikan, Arskal menetapkan lima pilar utama yang wajib dimiliki perguruan tinggi:
"Lima pilar ini, tidak hanya berlaku pada PTKIS tapi juga kepada perguruan tinggi lainnya, karena tantangan zaman ini 10-20 tahun mendatang, mahasiswa kita akan banyak oleh gen Z dan gen Alpha," sebutnya.
Arskal juga menyoroti target kualifikasi doktor bagi dosen PTKIS yang harus berada di atas 23 persen. Peningkatan taraf pendidikan doktor dinilai krusial agar dosen tidak saja produktif secara personal, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof Dr Danial MAg, dan rombongan.