BRIN Ciptakan Pelapis Rel Kereta dari Limbah Nikel, Siap Produksi Massal

Penulis: Teuku Fahreza  •  Selasa, 29 September 2026 | 10:03:02 WIB
Ilustrasi bantalan pelapis perlintasan rel kereta berbahan karet alam dan limbah nikel buatan BRIN.

ACEH — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menciptakan Rubber Crossing Plate (RCP), bantalan pelapis perlintasan rel kereta berbahan karet alam dan limbah nikel. Inovasi ini diklaim membuat permukaan jalan di atas rel lebih rata, tidak licin, dan tahan lama sehingga menekan risiko kendaraan tergelincir. Teknologi RCP dinyatakan sudah matang dan siap diproduksi massal asalkan ada dukungan industri serta kebijakan pemerintah.

Periset Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menegaskan pihaknya sudah menguasai teknologi RCP. "Secara teknologi kita sudah menguasai. Kini kita butuh sinergi industri dan kebijakan pemerintah untuk menerapkan teknologi ini demi standar keselamatan nasional yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan resmi BRIN.

Pengembangan RCP sejalan dengan upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terus meningkatkan standar keselamatan di jalur rel yang memotong jalan umum. Perlintasan sebidang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan, terutama saat hujan atau kondisi jalan licin.

Kombinasi Karet Alam dan Limbah Nikel

RCP dibuat dari karet alam yang dipilih karena cocok dengan iklim Indonesia yang panas dan sering hujan. Sifat karet yang lentur membuat bantalan ini awet meski terus-menerus dilintasi kendaraan.

Selain karet alam, BRIN mencampurkan nickel sludge atau sisa limbah pengolahan nikel sebagai bahan penguat. Campuran tersebut membuat bantalan karet menjadi kuat, tidak mudah aus, tahan karat, sekaligus ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah industri.

Indonesia merupakan salah satu penghasil karet alam terbesar dunia, sehingga pemanfaatan bahan baku dalam negeri ini turut memperkuat rantai pasok lokal.

Manfaat bagi Pengendara di Perlintasan Sebidang

Bantalan RCP dipasang di antara rel dan permukaan jalan agar jalan menjadi lebih rata dan tidak licin. Kendaraan pun lebih stabil saat melintas di atas rel.

  • Keselamatan meningkat: permukaan jalan di atas rel lebih rata sehingga kendaraan bisa melintas dengan aman.
  • Tahan lama: didesain agar tidak cepat rusak meski sering dilintasi kendaraan berat dan terkena cuaca ekstrem.
  • Memanfaatkan bahan lokal: memakai karet alam dalam negeri serta mendaur ulang limbah nikel industri.

Dengan bantalan ini, risiko kendaraan tergelincir atau mogok tepat di atas rel bisa ditekan. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu pemicu kecelakaan di perlintasan sebidang.

Menunggu Sinergi Industri dan Kebijakan Pemerintah

BRIN berharap RCP dapat segera diproduksi dan dipasang di berbagai perlintasan kereta api di seluruh Indonesia. Namun, realisasi produksi massal bergantung pada kerja sama dengan pihak industri dan dukungan regulasi dari pemerintah.

Jika terealisasi, teknologi ini berpotensi menjadi standar baru bantalan perlintasan rel di Indonesia. Selain menekan angka kecelakaan, pemanfaatan limbah nikel dan karet alam lokal memberi nilai tambah ekonomi bagi sektor hilirisasi dan petani karet.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top