Bireuen Genap 27 Tahun, Ekonomi Tumbuh 3,26 Persen dan Sembilan Kali Ganti Bupati

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 05:01:31 WIB
Pertumbuhan ekonomi Bireuen tercatat 3,26 persen menurut data Badan Pusat Statistik.

BIREUEN — Pertumbuhan ekonomi 3,26 persen yang dicatat Badan Pusat Statistik menempatkan Bireuen di atas rata-rata Provinsi Aceh pada periode yang sama. Angka itu sekaligus menegaskan posisi kabupaten seluas 179.533 hektare ini sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Aceh.

Wilayah yang terbagi dalam 17 kecamatan tersebut berada tepat di jalur trans-Sumatera. Posisinya menjadikan Bireuen titik temu pergerakan logistik, barang, dan jasa antarwilayah, atau yang sering disebut kawasan "Segitiga Emas" Aceh.

Jembatan Timur dan Barat Aceh

Bireuen berperan sebagai penghubung utama kawasan timur Aceh seperti Lhokseumawe dan Aceh Utara dengan ibu kota provinsi di Banda Aceh. Jalur yang sama juga menghubungkannya dengan wilayah tengah pegunungan, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Sebagai pusat perdagangan sejak zaman dulu, Bireuen memiliki potensi ekonomi yang kuat. Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah masih menjadi motor utama yang perlu didorong.

Rekam jejak beberapa tahun terakhir menunjukkan angka 3,26 persen sebenarnya menandai penurunan laju pertumbuhan. Ekonomi Bireuen sempat tumbuh lebih agresif pada tahun-tahun sebelumnya, dan sektor-sektor penopang itu perlu dipacu agar kualitas pertumbuhannya kembali ke angka 4 persen ke atas.

Sembilan Bupati dalam 27 Tahun

Sejak dibentuk pada 12 Oktober 1999, Bireuen telah dipimpin sembilan bupati. Urutannya dimulai dari Hamdani Raden, lalu Mustafa A. Geulanggang, Nurdin Abdurahman, Ruslan Daud, Saifannur, Muzakkar A. Gani, Aulia Sofyan, Jalaluddin, hingga Mukhlis yang menjabat saat ini.

Berbagai perubahan dan kemajuan di banyak sektor pembangunan telah dicapai selama kepemimpinan mereka. Meski demikian, sejumlah pihak menilai pencapaian tersebut belum meninggalkan ukiran sejarah yang monumental bagi Bireuen.

HUT di Tengah Suasana Duka

Peringatan hari jadi tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan Bireuen mendahului peristiwa ulang tahun, dan suasana duka itu masih terbawa hingga kini.

Bupati Mukhlis memilih tidak hanyut dalam kesedihan panjang. Dia tetap optimistis bahwa Bireuen harus bangkit lebih kuat, dengan tema peringatan "Bireuen Berselawat" yang terpajang di seluruh sudut kabupaten.

Bagi Mukhlis, proses pemulihan tidak hanya bertujuan kembali ke kondisi semula. Pemulihan diarahkan untuk melangkah lebih maju dengan fondasi yang lebih kokoh.

Pengalamannya sebagai kontraktor dinilai membuat Mukhlis memahami cara mengatasi musibah, mulai dari memimpin komando di lapangan, memberi perintah cepat, mengakomodasi sarana dan prasarana, hingga memetakan potensi bencana.

Pemuda dan Arah Bireuen ke Depan

Usia ke-27 menjadi momen untuk bertanya siapa sesungguhnya pemilik Kabupaten Bireuen. Jawabannya adalah generasi muda hari ini dan esok, sehingga pembangunan semestinya didasarkan pada kebutuhan dan aspirasi mereka.

Ruang dialog dan partisipasi bermakna dari pemuda dalam penyusunan strategi kebijakan dinilai belum cukup tersedia. Di era digital, pemuda Bireuen berpotensi menjadi agen perubahan karena kreatif, adaptif, dan punya akses teknologi yang memadai.

Pemerintah daerah dapat memfasilitasi ruang ekspresi itu melalui pembangunan Youth Center di setiap kecamatan, beasiswa kabupaten untuk pemuda berprestasi, hingga forum dialog rutin antara pemuda dan pemimpin kabupaten. Dengan begitu, pembangunan menjadi proses bersama, bukan milik segelintir elit saja.

Usia 27 tahun bukan angka kecil, tetapi dalam pembangunan daerah usia hanyalah angka jika tidak disertai arah dan visi yang besar. Setidaknya tiga tantangan utama perlu menjadi perhatian ke depan, salah satunya penguatan mitigasi bencana di wilayah yang baru saja dilanda musibah hidrometeorologi.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: komparatif.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top