ACEH — Chery Omoda 5 dilaporkan mengalami copot as roda belakang di Malaysia dan videonya viral di media sosial. Insiden ini bukan kasus pertama, karena pada 2024 Chery sudah menarik 600 unit Omoda 5 akibat poros belakang bermasalah dari produksi 15 Agustus 2023. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun Chery soal kejadian terbaru ini.
Rekaman yang beredar memperlihatkan bodi Omoda 5 melintang di jalan dengan posisi agak menyerong. As roda belakang bersama kedua ban sudah terlepas dari kendaraan. Hingga kini belum bisa dipastikan apa penyebab lepasnya as roda SUV asal China tersebut.
Pihak kepolisian dan perwakilan Chery belum memberikan pernyataan terkait insiden yang diduga terjadi di Malaysia itu. Publik menunggu konfirmasi resmi soal kronologi maupun kondisi unit yang terlibat.
Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Chery menyatakan 60 unit Omoda 5 buatan 15 Agustus 2023 teridentifikasi memakai poros belakang bermasalah. Perusahaan kemudian memperluas jangkauan recall menjadi total 600 unit.
Akar masalahnya bukan pada desain mobil, melainkan kesalahan kalibrasi di lini produksi salah satu vendor komponen. Temuan itu diungkap setelah investigasi menyeluruh terhadap proses pengelasan poros belakang.
Wakil Presiden Chery Auto Malaysia, Lee Wen Hsiang, menjelaskan duduk perkara teknisnya pada Mei 2024. Menurut dia, vendor melakukan peningkatan fasilitas produksi yang justru memicu masalah baru.
"Setelah investigasi menyeluruh, vendor melaporkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh peningkatan fasilitas di mana ujung mesin pengelasan otomatis yang aus diganti dengan ujung pengelasan baru. Penggantian ujung pengelasan baru tersebut mengakibatkan kesalahan kalibrasi peralatan," jelas Lee Wen Hsiang.
Kesalahan kalibrasi itu membuat kualitas sambungan las pada poros belakang tidak sesuai standar. Dampaknya, komponen tersebut berisiko gagal menahan beban dan lepas saat kendaraan berjalan.
Chery merakit Omoda 5 untuk pasar Malaysia secara lokal lewat skema Completely Knocked Down (CKD). Perakitan dikerjakan melalui kemitraan dengan perusahaan lokal Inokom di Kulim, Kedah.
Fasilitas itu menangani perakitan sejumlah model Chery Group, termasuk Omoda 5. Artinya, kualitas pengelasan dan kontrol produksi di lini ini jadi titik krusial yang menentukan keamanan unit yang beredar.
Omoda 5 juga dijual di Indonesia, namun belum ada informasi apakah unit yang dipasarkan di sini berasal dari lini produksi yang sama dengan Malaysia. Konsumen pemilik Omoda 5 disarankan memantau pengumuman resmi ATPM terkait potensi inspeksi poros belakang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Chery Indonesia soal insiden terbaru di Malaysia maupun langkah pemeriksaan yang akan diambil. Pemilik unit bisa menunggu informasi resmi sebelum menarik kesimpulan soal kondisi kendaraannya.