ACEH — Olivia Rodrigo menggelar Daisy Chain Fields, festival amal yang ia rancang sendiri, di Great Park Irvine dengan 50.000 penonton dan penggalangan dana 20 juta dolar AS. Album ketiganya, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, mencetak penjualan pembukaan terbesar untuk artis perempuan tahun ini sebanyak 485.000 unit. Tur arena 86 tanggal selama delapan bulan sudah sold out dan dimulai tiga pekan setelah pertemuan dengan wartawan.
Daisy Chain Fields berlangsung selama satu akhir pekan di Irvine's Great Park, California, dengan Olivia Rodrigo sebagai headliner sekaligus otak di balik acara. Festival itu bukan sekadar konser, melainkan penggalangan dana bagi organisasi nirlaba yang berfokus pada perempuan. Angka yang terkumpul mencapai 20 juta dolar AS.
Rodrigo menyebut penampilan itu sebagai momen yang terasa seperti pernikahan baginya. Ia merencanakan festival tersebut selama satu setengah tahun sebelum akhirnya terealisasi.
Panggung Daisy Chain Fields diisi sejumlah nama besar yang selama ini menjadi panutan Rodrigo. Stevie Nicks, Sarah McLachlan, dan Alanis Morissette ikut tampil. Kehadiran mereka sempat membuat Rodrigo gugup sebelum naik ke atas panggung.
Kepada Morissette, Rodrigo sempat bercanda soal perasaannya menjelang acara. Morissette merespons dengan kalimat yang membuat Rodrigo semakin tegang.
"This is more important than your wedding," kata Morissette, seperti dikutip Rodrigo.
Rodrigo mengaku seluruh keluarganya dari kedua sisi hadir di Irvine. Ia lahir di Temecula, California, sebagai anak tunggal dari seorang guru sekolah dan terapis keluarga. Festival itu menjadi penanda transformasi dirinya selama lebih dari enam tahun terakhir di industri musik.
Album ketiga Rodrigo, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, menjadi salah satu rilis terbesar tahun ini. Singel utama "Drop Dead" debut di posisi nomor satu Billboard Hot 100 pada April dan telah melampaui setengah miliar streaming di Spotify. Dua singel lain, "The Cure" dan "Stupid Song", menembus lima besar tangga lagu.
Penjualan pembukaan album ini mencapai 485.000 unit, tertinggi untuk artis perempuan sepanjang tahun. Sejak dirilis 12 Juni, album tersebut bertahan di lima besar tangga lagu. Bagi Rodrigo, pencapaian itu menegaskan posisinya sebagai artis yang tumbuh semakin populer lewat penampilan live di arena.
Robert Smith dari The Cure menjadi artis pertama yang pernah tampil sebagai featuring di album Rodrigo. Ia menyumbang vokal untuk lagu "What's Wrong With Me", yang disebut Rodrigo sebagai lagu terbaik di album tersebut.
"It's not effortless — she spends an awful lot of time getting things right with her music," kata Smith. "But she also gets it right so quickly. It's bizarre at times. She was in London with me a while back. She played me something she wrote that morning, things that could take 14 years for many writers to get out, and she does it in a morning."
Setelah festival usai, Rodrigo langsung bersiap untuk tur arena yang seluruh tiketnya sudah terjual habis. Tur tersebut mencakup 86 tanggal dan berlangsung selama delapan bulan. Jadwalnya dimulai tiga pekan setelah pertemuan dengan wartawan di ruang latihan di kawasan Valley.
Rodrigo mengaku rutinitasnya tidak memungkinkan ia tinggal lama di satu tempat. "The blessing and the curse of my job is that I don't really live anywhere — I'm never in a place longer than two or three months," ujarnya. Meski banyak menghabiskan waktu di New York, ia masih menganggap Los Angeles sebagai rumah.
Perjalanan karier Rodrigo dimulai sejak usia 13 tahun sebagai bintang cilik Disney. Namanya meledak lewat "Drivers License" pada 2021. Album debutnya, Sour, menjadi album artis perempuan paling banyak di-streaming dalam sejarah Spotify. Album keduanya, Guts, dirilis pada 2023 dan menegaskan posisinya sebagai artis dengan karier jangka panjang, meski secara komersial tidak sebesar Sour.
You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love disebut sebagai karya Rodrigo yang paling matang secara artistik. Ia mendorong dirinya untuk menggali lebih dalam soal apa yang ingin disampaikannya, bukan sekadar mengejar angka penjualan album dan tiket.
Gaya penulisan lagu Rodrigo yang konfesional dan jujur dinilai memberi kedekatan tersendiri bagi penggemarnya. Lagu-lagunya menangkap perasaan intens yang menyertai cinta muda dan masa remaja, termasuk sisi negatif dirinya seperti rasa cemburu dan obsesi. Pendekatan itu menjadi pembeda dari lagu-lagu pop mainstream yang lebih formulaik.
Dengan album baru yang mencetak rekor, tur arena yang sold out, dan festival miliknya sendiri, Rodrigo kini berada di posisi yang jarang dicapai artis seusianya. Ia tidak hanya menjadi suara generasinya, tetapi juga mengendalikan narasi kariernya sendiri di tengah sorotan media yang datang bersamanya.