BIREUEN — Santunan diserahkan usai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersamaan dengan hari jadi kabupaten. Anak-anak yatim dari 17 kecamatan hadir bersama pendamping masing-masing. Pemerintah Kabupaten Bireuen menyebut kegiatan itu sebagai agenda seremonial yang diisi aksi sosial.
Acara dibuka dengan lantunan Shalawat Badar yang menggema di halaman kantor pusat pemerintahan. Suasana religius itu menyertai syukuran perjalanan Kabupaten Bireuen yang memasuki usia ke-27 tahun.
Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST., menyerahkan langsung santunan kepada 200 anak yatim. Sumber dana santunan berasal dari gaji pribadi bupati. Pemkab Bireuen tidak merinci besaran nominal yang diberikan kepada setiap anak.
Penerima santunan berasal dari 17 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bireuen. Anak-anak yatim tersebut hadir bersama pendamping dalam acara yang berlangsung khidmat.
Pemkab Bireuen juga menyerahkan cendera mata dan penghargaan secara simbolis kepada Tgk. H. Sofyan Mahdi, tokoh kharismatik yang dikenal sebagai Abon Arongan. Penghargaan diberikan atas dedikasi dan kontribusinya membangun nilai-nilai keislaman serta kehidupan sosial masyarakat Bireuen.
Penyerahan penghargaan berlangsung di sela rangkaian acara yang sama. Abon Arongan dikenal sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh di kalangan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., turut mendampingi bupati dalam acara tersebut. Hadir pula Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus beserta istri, Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh Bob Mizwar, dan Kabintal Kodam Iskandar Muda.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga hadir. Tokoh-tokoh pendiri Kabupaten Bireuen tampak di antara undangan.
Mantan bupati, wakil bupati, dan penjabat bupati Bireuen hadir dalam acara itu. Pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, alim ulama, serta pimpinan dayah melengkapi daftar tamu.
Sekretaris Daerah, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pimpinan instansi vertikal, dan perguruan tinggi turut hadir. Organisasi perempuan, kepemudaan, para camat, insan pers, dan masyarakat umum memenuhi halaman kantor pusat pemerintahan.
Peringatan Maulid yang dirangkai dengan HUT ke-27 diharapkan memperkuat semangat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan, dan pelayanan publik. Momentum hari jadi Kabupaten Bireuen juga diharapkan menjadi penguat persatuan, rasa syukur, dan komitmen bersama membangun daerah yang lebih religius, sejahtera, dan bermartabat.