BANDA ACEH — Sebaran asap lintas batas turut terpantau dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. BMKG mencatat arah pergerakan asap dipengaruhi titik-titik kebakaran yang tersebar di sejumlah provinsi.
Pantauan satelit Himawari-9 menemukan asap tidak hanya di Aceh, tetapi juga di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan. Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga terdeteksi terdampak.
Dari tiga wilayah Aceh yang dipantau, Banda Aceh mencatat indeks kualitas udara terendah, yakni 59 US AQI dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 13,2 mikrogram per meter kubik. Angka itu masuk kategori sedang dan tergolong relatif rendah bagi sebagian besar warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Lhokseumawe berada di posisi menengah dengan 83 US AQI dan PM2.5 sebesar 26,3 mikrogram per meter kubik. Sementara Langsa menjadi yang tertinggi di Aceh dengan 100 US AQI dan PM2.5 sebesar 35,3 mikrogram per meter kubik.
Kondisi Langsa masih masuk kategori sedang, tetapi sudah menyentuh ambang atas sebelum masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Artinya, kualitas udara di kota itu berada paling dekat dengan zona berisiko dibanding dua wilayah Aceh lainnya.
Masyarakat umum dinilai masih aman beraktivitas di luar ruangan. Namun anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat asma atau penyakit jantung disarankan lebih mencermati kondisi udara.
Kelompok tersebut diminta mengurangi aktivitas fisik berat atau berlama-lama di luar ruangan jika mulai merasakan gangguan pernapasan. Pemantauan informasi kualitas udara dan perkembangan kabut asap juga perlu dilakukan secara berkala.
Perbedaan mencolok terlihat di Medan, Sumatera Utara. Indeks kualitas udara di kota itu tercatat 181 US AQI dan masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 97,6 mikrogram per meter kubik.
Angka PM2.5 Medan hampir tiga kali lipat konsentrasi tertinggi di Aceh. Selisih ini menunjukkan tingkat paparan asap di tiap daerah tidak seragam meski berasal dari sebaran yang sama.
Pada Rabu (14/10/2026), asap dari titik panas di Sumatera bagian selatan dilaporkan mulai bergerak ke Sumatera bagian utara. Medan, serta Langsa, Lhokseumawe, dan Bireuen di Aceh, dilaporkan mengalami kabut asap sehari sebelumnya.
Warga di daerah dengan kualitas udara menurun diimbau terus memantau perkembangan informasi resmi. BMKG menyatakan sebaran asap dari Papua Nugini terdeteksi menuju Papua Selatan dan Papua Pegunungan, sementara asap dari Kalimantan bergerak ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.