BYD Flash Charging Terbuka untuk Semua Merek EV, Ini Syaratnya

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:04:30 WIB
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (14/10).

ACEH — BYD Motor Indonesia memastikan stasiun Flash Charging miliknya bisa dipakai semua merek kendaraan listrik, bukan hanya BYD dan Danza. Keterbukaan akses ini disampaikan langsung Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao di Jakarta, Rabu (14/10). Meski begitu, kecepatan pengisian daya tiap merek berbeda tergantung kemampuan baterai masing-masing kendaraan.

Keseriusan BYD membangun infrastruktur pengisian daya di Indonesia ditunjukkan lewat keterbukaan jaringan Flash Charging bagi kendaraan listrik merek apa pun. Produsen asal China itu menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya melengkapi ekosistem kendaraan listrik nasional, bukan sekadar fasilitas eksklusif untuk produk sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Eagle Zhao saat merespons pertanyaan soal aksesibilitas stasiun Flash Charging bagi publik dan merek lain. Menurutnya, infrastruktur pengisian daya berskala nasional tidak masuk akal kalau dibatasi hanya untuk satu merek.

Alasan BYD Buka Akses ke Merek Lain

Eagle menegaskan keterlibatan BYD di teknologi Flash Charging merupakan bukti keseriusan perusahaan memperkuat infrastruktur pengisian daya di Tanah Air. Ia menyebut pihaknya ingin memiliki ekosistem yang lengkap, bukan hanya menjual kendaraan.

"Keterlibatan BYD di teknologi Flash Charging ini adalah untuk menunjukkan keseriusan kami dan juga komitmen kami di infrastruktur ini. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10).

Untuk merealisasikan jaringan pengisian daya yang luas, BYD juga membuka pintu kolaborasi dengan berbagai penyedia layanan stasiun pengisian kendaraan listrik (Charging Point Operators/CPO) di seluruh Indonesia. Skema kerja sama ini disebut bersifat fleksibel.

"Karena ini berskala masif, mencakup seluruh negeri, dan merupakan infrastruktur, maka BYD Flash Charging pasti terbuka untuk semua merek kendaraan listrik (EV)," tegas Eagle.

Klaim Isi Penuh 9 Menit Hanya untuk Blade Battery Generasi Kedua

Di sisi teknis, BYD memberikan gambaran soal durasi dan daya yang diserap kendaraan saat mengisi daya di stasiun Flash Charging. Klaim pengisian optimal hingga penuh dalam 9 menit ternyata hanya berlaku untuk model BYD yang memakai Blade Battery generasi kedua.

Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, menjelaskan hal itu secara terbuka. Menurutnya, kendaraan merek lain tetap bisa mengisi daya di charger BYD, tetapi kecepatannya bergantung pada kemampuan baterai masing-masing kendaraan menyerap daya.

"Stasiun Flash Charging BYD akan terbuka untuk pengalaman publik, termasuk merek dari OEM lain. Untuk model BYD yang dilengkapi dengan Blade Battery generasi kedua, tidak ada masalah. Namun, untuk OEM lain, tentu bisa mengisi daya di charger BYD, tetapi tergantung berapa besar daya yang dapat diserap oleh kendaraan tersebut," jelas Richard.

Tetap Lebih Cepat dari DC Charging Standar

Meski tidak semua merek bisa mengejar waktu 9 menit, Richard menambahkan kapasitas daya output stasiun Flash Charger BYD yang tinggi tetap mampu mempersingkat waktu pengisian daya mobil listrik merek lain. Setidaknya jika dibandingkan dengan fasilitas DC charging standar yang banyak tersedia saat ini.

Artinya, pemilik kendaraan listrik non-BYD masih bisa merasakan manfaat kecepatan pengisian daya, meski tidak maksimal seperti model yang memakai Blade Battery generasi kedua. Besaran daya yang diserap tetap bergantung pada spesifikasi baterai dan sistem pengisian daya tiap kendaraan.

Dampak ke Pengguna EV Indonesia

Langkah BYD membuka akses jaringan Flash Charging secara publik diharapkan menjadi dorongan bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Jaringan pengisian daya yang lebih luas dan bisa diakses lintas merek menghilangkan salah satu kekhawatiran utama calon pembeli EV, yakni ketersediaan tempat mengisi daya.

Bagi pemilik mobil listrik merek lain, keputusan ini menambah pilihan lokasi pengisian daya cepat tanpa harus terikat merek kendaraan. Sementara bagi BYD, keterbukaan jaringan ini memperkuat posisinya sebagai pemain yang ikut membangun infrastruktur, bukan hanya penjual kendaraan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top