Pencarian

BYD Flash Charging Masuk Indonesia: Cas 10-97% Cuma 9 Menit

Rabu, 14 Oktober 2026 • 17:33:31 WIB
BYD Flash Charging Masuk Indonesia: Cas 10-97% Cuma 9 Menit
BYD memperkenalkan teknologi FLASH Charging di Jakarta dengan klaim pengisian 10% ke 97% dalam 9 menit.

ACEH — BYD resmi membawa teknologi FLASH Charging ke Indonesia dengan klaim pengisian 10% ke 97% hanya dalam 9 menit lewat konektor tunggal berdaya hingga 1.500 kW. Teknologi ini diperkenalkan bersama dua model DENZA, New D9 dan Z9 GT, dengan target 100 titik stasiun pengisian tersebar di kota-kota besar hingga akhir 2026.

Perkenalan FLASH Charging berlangsung di Jakarta pada 14 Oktober 2026, bersamaan dengan peluncuran dua mobil listrik premium DENZA di pasar lokal. Klaim utamanya soal waktu pengisian: dari 10% ke 70% dalam 5 menit, lalu tembus 97% dalam 9 menit. Angka itu hanya bisa dicapai lewat konektor tunggal berdaya sampai 1.500 kW.

Kenapa 1.500 kW Belum Tentu Bisa Dinikmati Semua Orang

Daya sebesar itu bukan perkara charger besar saja. BYD menyiapkan sistem penyimpanan energi khusus di stasiun pengisian untuk menampung listrik sebelum disalurkan ke mobil.

Fungsinya menahan beban puncak supaya jaringan listrik sekitar tidak jebol saat pengisian berlangsung. Sistem ini juga jadi penguat daya di tengah proses cas. Artinya, kecepatan 9 menit sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur di tiap lokasi, bukan cuma kemampuan mobilnya.

Blade Battery Generasi Kedua dan FlashPass

Di sisi kendaraan, teknologi ini bekerja bersama Blade Battery generasi kedua. Baterai tersebut memakai sistem transportasi ion bernama FlashPass yang mengatur perpindahan ion lithium melalui katoda, elektrolit, dan anoda.

Resistansi internal yang lebih rendah membantu menekan panas selama pengisian cepat. BYD mengklaim kepadatan energi naik lebih dari 5% dibanding generasi sebelumnya, sementara ketahanan terhadap degradasi meningkat 2,5%.

Peningkatan itu disebut mendukung jarak tempuh lebih dari 1.000 km berdasarkan pengujian CLTC di Tiongkok. Perlu dicatat, hasil aktual di jalanan Indonesia bakal berbeda tergantung model, bobot, dan gaya mengemudi.

Uji Keamanan: Tusuk Paku hingga Korsleting Empat Sel

BYD mempublikasikan sejumlah skenario uji ekstrem untuk meredam kekhawatiran soal pengisian super cepat. Dalam uji tusuk paku yang dilakukan bersamaan dengan FLASH Charging, baterai tidak mengalami thermal runaway, tidak mengeluarkan asap, dan tidak terbakar, bahkan setelah melewati 500 siklus pengisian cepat.

Pengujian lain melibatkan korsleting paksa pada empat sel baterai sekaligus. Paket baterai disebut tidak mengalami thermal runaway, kebakaran, maupun ledakan. Baterai juga lolos uji benturan dari bagian bawah dengan energi 1.500 joule, yang diklaim setara 10 kali energi yang dipersyaratkan standar pengujian Tiongkok.

Model yang Sudah Dukung FLASH Charging

Dua model yang diperkenalkan bersama teknologi ini di Indonesia adalah DENZA New D9 dan DENZA Z9 GT. DENZA Z9 GT diklaim punya jarak tempuh hingga 701 km berdasarkan standar NEDC.

BYD menyebut M6 dan Atto 2 yang akan dirilis turut mendukung pengisian cepat ini. Daftar model yang kompatibel masih terbatas, jadi calon pembeli di luar lineup tersebut perlu menunggu konfirmasi resmi lebih lanjut.

Infrastruktur: 10 Titik Sekarang, Target 100 Titik Akhir 2026

Stasiun pengisian BYD Flash Charging saat ini sudah ada di 10 lokasi di kota besar Indonesia. BYD menargetkan pemasangan hingga 100 titik sampai akhir tahun 2026.

Skala perluasan itu jadi penentu apakah klaim 9 menit benar-benar terasa di pemakaian harian. Tanpa sebaran stasiun yang merata, kecepatan pengisian tinggi hanya relevan di rute tertentu.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terburu-buru

  • Klaim 9 menit bergantung pada charger 1.500 kW yang saat ini baru tersedia di 10 lokasi.
  • Jarak tempuh 1.000 km masih berbasis pengujian CLTC Tiongkok, bukan kondisi jalan Indonesia.
  • Baru dua model DENZA yang dikonfirmasi mendukung, M6 dan Atto 2 masih menunggu peluncuran.
  • Harga kedua model DENZA belum disebut dalam pengumuman ini, padahal segmen premium biasanya berbanding lurus dengan biaya infrastruktur.

Verdict Sementara

FLASH Charging adalah lompatan teknis yang serius di sisi pengisian daya, terutama karena BYD ikut membenahi sisi penyimpanan energi di stasiun, bukan hanya baterai mobilnya. Uji keamanan yang dipublikasikan juga cukup agresif untuk ukuran klaim pabrikan.

Yang belum terjawab: seberapa cepat 100 titik itu benar-benar berdiri, dan berapa biaya pengisian di stasiun berdaya 1.500 kW nanti. Untuk pembeli yang mempertimbangkan DENZA New D9 atau Z9 GT, teknologi ini nilai jualnya nyata, tapi jangan jadikan angka 9 menit sebagai alasan tunggal sebelum jaringan stasiunnya terbukti luas di kota Anda.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks