BIREUEN — Pekerjaan yang dilaksanakan CV Bintang Perkasa Utama itu kini berfokus pada penyelesaian sejumlah bagian bendung dan jaringan saluran. Koordinator Lapangan Hamdani menyebut sisa pekerjaan mencakup tubuh bendung hingga saluran irigasi sepanjang 500 meter.
Pada bagian mercu bendung, rehabilitasi dengan ukuran lebar 15 meter dan panjang 76 meter telah memasuki tahap lanjutan. Proses pembobokan dan pemasangan kawat sudah selesai dilakukan.
Pengecoran pada bagian kemiringan hulu mercu telah mencapai lebih dari enam meter. Sementara bangunan tegak telah dicor sepanjang dua meter.
Tanggul penahan air ke arah mercu bendung dilaporkan telah selesai dikerjakan. Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan sesuai tahapan rehabilitasi yang direncanakan.
Selain tubuh bendung, rehabilitasi menyasar saluran irigasi sepanjang 500 meter. Hingga laporan terakhir, pemasangan batu pada saluran tersebut diperkirakan telah mencapai 450 meter.
Sekitar 50 meter lainnya masih perlu diselesaikan. Penutupan pengelak sungai menggunakan timbunan biasa akan dilaksanakan setelah perbaikan mercu bendung rampung.
Hamdani mengakui pekerjaan sempat terhambat akibat hujan yang turun terus-menerus. Kondisi itu menyebabkan air merendam bagian bawah lokasi pekerjaan sehingga aktivitas para pekerja terganggu.
"Kami sempat kewalahan karena hujan terus-menerus, namun setelah kondisi kembali membaik, para pekerja bisa melanjutkan pekerjaannya dengan aman," ujarnya.
Meski terkendala cuaca, pekerjaan rehabilitasi tetap dilanjutkan setelah kondisi lapangan memungkinkan. Penyelesaian setiap tahapan dinilai penting agar pembangunan bendung dan jaringan irigasi berjalan sesuai kebutuhan teknis.
Dinas Pengairan Aceh menempatkan konektivitas jaringan sebagai prioritas. Hamdani menyatakan distribusi air dari Irigasi Lawang diarahkan agar tersambung dengan Irigasi Hagu.
"Target Dinas Pengairan Aceh dalam waktu dekat air Bendung Irigasi Aneuk Gajah Rhet bisa dimanfaatkan oleh para petani sawah di Kecamatan Peudada," jelas Hamdani.
Dengan begitu, air dari bendung tersebut diharapkan segera memenuhi kebutuhan pengairan sawah petani di Kecamatan Peudada. Perbaikan jaringan menjadi kunci agar suplai air kembali mengalir normal ke petak-petak sawah warga.