Harga Material Bekas di Banda Aceh Turun, 8 Gudang Pemilahan Sampah Gampong Jawa Tetap Beroperasi

Penulis: Faisal Hasbi  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:02:31 WIB
Pemilik gudang pemilahan sampah di Gampong Jawa, Ratna Dewi, menyebut harga jual material bekas mengalami penurunan.

BANDA ACEH — Ratna Dewi, pemilik salah satu gudang pemilahan di Gampong Jawa, menyebut harga jual material bekas kini jauh lebih rendah dibanding sebelumnya. Kondisi ekonomi ikut menekan harga, tetapi usaha yang sudah berjalan enam tahun itu tetap dipertahankan.

“Dulu harganya masih mahal kalau dijual, bisa tembus Rp6.000 per kilo. Sekarang dengan kondisi ekonomi begini, harganya ikut turun. Namun, mau bagaimana lagi, memang sudah risiko pekerjaan ini,” kata Ratna, Sabtu (17/10/2026).

Dari Rumah ke Gudang: Enam Tahun Memilah Sampah

Ratna memulai pekerjaan ini dari rumah sebelum akhirnya mampu menyewa gudang sendiri. Kini usahanya melibatkan 12 orang, termasuk dirinya dan suami.

Para pekerja menerima upah harian Rp110.000 untuk laki-laki dan Rp90.000 untuk perempuan. Material yang masuk berasal dari petugas pengangkut sampah kota, lalu dipilah berdasarkan jenis, dibersihkan, dan dikemas sebelum dijual ke pengepul atau pabrik.

“Gudang kami ini sudah enam tahun. Awalnya saya memang bekerja seperti ini, tetapi dulu di rumah. Sekarang baru ada rezeki untuk punya gudang,” ujarnya.

Plastik dan Atom Rp2.000 per Kilogram, Besi Paling Bernilai

Dari tiga jenis material yang dipilah, besi menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Besi dihargai Rp3.500 sampai Rp4.000 per kilogram, sementara plastik dan atom hanya sekitar Rp2.000 per kilogram.

Selisih harga itu membuat pendapatan gudang bergantung pada volume material yang masuk setiap hari. Warga Gampong Jawa menyiasatinya dengan tetap memilah sebanyak mungkin barang bernilai jual.

Menekan Sampah yang Dibuang ke TPA

Usaha pemilahan di Gampong Jawa tidak hanya menjadi sumber penghasilan. Barang yang masih memiliki nilai jual dipisahkan agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Praktik ini membantu mengurangi volume sampah yang harus ditangani pemerintah kota. Material yang sudah dipilah dapat dimanfaatkan kembali oleh pabrik atau pengepul.

Di sepanjang Jalan Gampong Jawa, delapan gudang menjalankan aktivitas serupa. Penurunan harga material bekas belum menghentikan operasional gudang-gudang itu, meski margin keuntungan ikut menyusut.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top