Nvidia RTX Spark Lolos Uji Anti-Cheat, Valorant dan CoD Belum Bisa Jalan

Penulis: Teuku Fahreza  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:02:31 WIB
Laptop Nvidia RTX Spark lolos sebagian besar uji anti-cheat, tetapi Valorant dan Call of Duty belum dapat dijalankan.

ACEH — Laptop Nvidia RTX Spark berbasis Windows on Arm berhasil melewati sebagian besar pengujian anti-cheat, tetapi Valorant dan Call of Duty masih belum bisa dijalankan. Dukungan dari Riot Games, Activision, dan EA dilaporkan tengah disiapkan, sementara game lain sudah berjalan lewat lapisan translasi Prism.

Nvidia menjanjikan seluruh aplikasi dan game yang pernah dibuat bisa berjalan di laptop RTX Spark. Klaim itu kini diuji satu per satu, dan hasilnya belum sepenuhnya mulus untuk judul kompetitif populer.

Platform Windows on Arm memang bukan pilihan utama bagi gamer. Sebagian besar game non-native harus melewati Prism, lapisan translasi bawaan Windows yang menerjemahkan instruksi agar bisa dieksekusi di chip Arm.

Mengapa Anti-Cheat Jadi Penghalang Utama

Sistem anti-cheat modern umumnya berjalan di kernel mode, lapisan paling dalam dari sistem operasi. Prism tidak menerjemahkan komponen yang berjalan di level ini dengan sempurna, sehingga banyak anti-cheat menolak berjalan atau mendeteksi lingkungan yang tidak dikenali.

Akibatnya, game yang bergantung pada proteksi kernel-mode gagal diluncurkan meski secara grafis mampu berjalan. Ini menjelaskan mengapa hasil pengujian tidak seragam antarjudul.

Game yang Sudah Berjalan dan yang Masih Tertahan

Sebagian besar game yang diuji dilaporkan berhasil melewati pemeriksaan anti-cheat dan bisa dimainkan. Namun dua judul besar, Valorant dan Call of Duty, masih menolak berjalan di RTX Spark.

Valorant dikenal memakai Vanguard, anti-cheat buatan Riot Games yang menuntut akses kernel penuh dan keamanan boot tingkat tinggi. Call of Duty di sisi lain memakai Ricochet, sistem serupa yang juga sensitif terhadap lingkungan virtual dan translasi.

Dukungan Sedang Disiapkan

Kabar baiknya, dukungan dari Riot Games, Activision, dan EA disebut sedang dalam proses pengerjaan. Artinya, status "belum bisa jalan" ini bersifat sementara, bukan penolakan permanen.

Nvidia sendiri menargetkan kompatibilitas menyeluruh sebagai nilai jual utama RTX Spark. Janji bahwa semua game bisa berjalan menjadi pembeda dibanding laptop Arm generasi sebelumnya yang sering tersandung masalah kompatibilitas.

Apa Artinya bagi Calon Pembeli di Indonesia

Bagi pengguna yang hobi main game kompetitif seperti Valorant atau Call of Duty, menunggu pembaruan anti-cheat adalah langkah masuk akal sebelum mempertimbangkan laptop RTX Spark. Untuk game single-player dan judul kasual, hambatan kernel-mode biasanya tidak muncul.

Pasar laptop Arm di Indonesia masih tergolong kecil, dan ketersediaan resmi RTX Spark belum dipastikan. Calon pembeli sebaiknya memeriksa daftar kompatibilitas game resmi Nvidia sebelum memutuskan, terutama jika perangkat akan dipakai sebagai mesin gaming utama.

RTX Spark menjanjikan masa depan gaming Arm yang lebih terbuka. Namun sampai Vanguard dan Ricochet resmi mendukung Prism, label "semua game bisa jalan" masih perlu tanda bintang.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top