ACEH BESAR — Pembukaan MTQ XXXV ditandai pelantikan 95 dewan hakim oleh Bupati Muharram Idris. Piala bergilir dari juara umum MTQ XXXIV, Kecamatan Darul Imarah, diserahkan dalam acara yang sama, disusul defile kafilah dari seluruh kecamatan di Aceh Besar.
Para peserta bertanding di sembilan arena di Kecamatan Kuta Baro selama tujuh hari. Mereka akan menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang dipersiapkan mewakili Aceh Besar pada MTQ tingkat provinsi hingga nasional.
Cabang yang dipertandingkan meliputi tilawah, qira'ah sab'ah, tartil, tahfiz, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, dan karya tulis ilmiah Al-Quran (KTIQ).
Ketua LPTQ Aceh Besar Farhan AP menyebut MTQ XXXV merupakan kelanjutan dari pelaksanaan 2018. Kegiatan sempat tidak terlaksana selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19 dan kembali digelar pada 2026 atas inisiasi Bupati Aceh Besar.
"MTQ ini menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan pembinaan tilawatil Quran di Aceh Besar. Melalui berbagai cabang yang diperlombakan, kita berharap dapat menjaring qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi," kata Farhan, yang juga menjabat Asisten I Sekda Aceh Besar.
Muharram Idris menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan meraih juara. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, terutama di kalangan generasi muda.
"Kita ingin nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Quran benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran tidak hanya dibaca dengan suara yang indah, tetapi juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan demi mewujudkan Aceh Besar yang bertakwa, maju, dan bermartabat," ujar Muharram.
Ia meminta dewan hakim menilai secara objektif, adil, dan transparan. "Kepada dewan hakim dan dewan pengawas, saya menitipkan amanah besar ini. Laksanakan penilaian secara objektif, adil, transparan, dan proporsional sehingga menghasilkan peserta yang berkualitas dan berintegritas," katanya.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Taufik, pemerintah berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ajang ini diminta menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang mampu memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap MTQ XXXV melahirkan peserta berkualitas yang mampu mempertahankan prestasi daerah sebagai juara umum pada MTQ tingkat provinsi dan bersaing di tingkat nasional.