ACEH — Operasi caesar tidak membuat perempuan sulit hamil lagi. Studi terhadap lebih dari 1 juta ibu di Inggris menemukan bahwa bekas sayatan di rahim bukan penyebab utama penurunan kesuburan setelah persalinan caesar. Berikut penjelasan lengkap soal risiko kehamilan berikutnya dan waktu ideal untuk mencoba hamil lagi.
Banyak ibu yang baru menjalani persalinan caesar langsung bertanya-tanya, apakah bekas sayatan di rahim akan menghalangi kehamilan berikutnya. Kekhawatiran ini wajar, apalagi jika Bunda sedang merencanakan anak kedua atau ketiga.
Penelitian dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menjawab keraguan itu. Studi yang diterbitkan 30 April di jurnal Human Reproduction mengamati lebih dari 1 juta ibu dengan persalinan pertama berisiko rendah di rumah sakit National Health Service (NHS) Inggris, periode 1 April 2000 hingga 31 Maret 2012.
Jawabannya: mitos. Operasi caesar tidak serta-merta menyebabkan perempuan sulit hamil kembali. Peneliti menemukan bahwa kondisi medis dan sosial yang melatarbelakangi keputusan caesar justru lebih berpengaruh terhadap penurunan kesuburan, bukan prosedur operasinya.
Dr. Tahir Mahmood dari Office for Research and Clinical Audit di RCOG, sekaligus salah satu penulis penelitian, menyebut temuan ini sebagai studi kohort terbesar yang meneliti hubungan metode persalinan dan kesuburan.
"Dengan membedakan secara cermat berbagai komplikasi kehamilan, kami menemukan bahwa menjalani operasi caesar saat persalinan pertama hanya memberikan dampak yang sangat kecil terhadap kesuburan berikutnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi yang melatarbelakangi tindakan operasi tersebut mungkin memiliki pengaruh lebih besar dan dapat menjelaskan penurunan kesuburan yang terlihat dalam penelitian sebelumnya.
NHS menyatakan perempuan yang menjalani operasi caesar umumnya tidak mengalami masalah pada kehamilan berikutnya. Sebagian besar bahkan bisa melahirkan normal lewat metode vaginal birth after caesarean (VBAC).
Meski jarang, ada risiko tertentu yang perlu Bunda ketahui:
Jika Bunda memiliki kekhawatiran soal risiko ini, konsultasikan dengan dokter atau bidan sejak awal perencanaan kehamilan.
Tubuh dan rahim perlu waktu pulih setelah operasi caesar. Sebagian besar ahli menyarankan setidaknya 12 bulan sebelum mulai mencoba hamil kembali. Sebagian menilai 18 bulan sebagai jeda yang ideal.
Jangka waktu minimum enam bulan kadang dipertimbangkan dalam situasi tertentu. Namun banyak spesialis kesuburan lebih memilih waktu tunggu lebih panjang agar pemulihan rahim berlangsung optimal.
Waktu yang tepat bisa berbeda pada setiap ibu. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan, proses pemulihan pascaoperasi, usia, serta riwayat kehamilan sebelumnya.
Segera hubungi dokter kandungan jika Bunda merasakan nyeri hebat di area bekas sayatan, perdarahan tidak normal, atau demam setelah operasi caesar. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan infeksi atau komplikasi yang perlu penanganan cepat.
Bagi Bunda yang sedang merencanakan kehamilan setelah caesar, diskusikan juga riwayat persalinan sebelumnya dengan dokter. Pendekatan yang terencana membuat kehamilan berikutnya lebih aman dan tenang.