Pencarian

BPJN Aceh Tutup Jalan Enang-Enang di Bener Meriah, Jembatan Miring Akibat Banjir Belum Diperbaiki

Selasa, 23 Juni 2026 • 16:19:31 WIB
BPJN Aceh Tutup Jalan Enang-Enang di Bener Meriah, Jembatan Miring Akibat Banjir Belum Diperbaiki
BPJN Aceh menutup Jalan Enang-Enang di Bener Meriah karena jembatan miring akibat banjir belum diperbaiki.

BENER MERIAH — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Aceh, Zulkarnain, menyatakan penutupan akses Jalan Enang-Enang di Gampong Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, merupakan hasil evaluasi teknis yang dilakukan bersama Ditjen Bina Marga Kementerian PU. Jalur tersebut belum memenuhi standar keselamatan untuk dibuka bagi lalu lintas umum.

"Jalan ini ditutup untuk umum karena kondisinya berbahaya. Apalagi jembatan yang diterjang banjir beberapa bulan lalu saat ini dalam kondisi miring," ujar Zulkarnain saat meninjau lokasi, Selasa (22/6/2026).

Akses Terbatas Hanya untuk Warga Berkebun

Meski ditutup untuk kendaraan umum, BPJN Aceh masih memberikan kelonggaran bagi warga yang memiliki kebun di sekitar kawasan tersebut. Akses diperbolehkan khusus untuk pengendara sepeda motor yang akan menuju lahan perkebunan.

"Kalau untuk akses berkebun silakan, karena umumnya hanya menggunakan sepeda motor," kata Zulkarnain.

Untuk mengendalikan lalu lintas, BPJN Aceh berencana memasang portal di pintu masuk jalur. Pengaturan akan dilakukan terhadap jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas.

Pembangunan Swadaya Masyarakat Dihentikan Sementara

BPJN Aceh juga meminta kegiatan pengaspalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dihentikan. Langkah ini diambil agar seluruh pekerjaan ke depan dapat menyesuaikan dengan perencanaan teknis dan standar jalan nasional.

Zulkarnain memastikan pembangunan Jalan Enang-Enang tetap masuk agenda nasional. Pada 2026, proyek masih dalam tahap perencanaan, sedangkan konstruksi fisik baru dimulai pada 2027.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Pembangunan Swadaya, Sahrial Abadi, meminta BPJN Aceh memahami kondisi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. Menurutnya, jalur tersebut sangat dibutuhkan, termasuk bagi ibu hamil yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Sahrial menjelaskan, pembangunan yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk gotong royong. Ia mengakui warga tidak memiliki tenaga ahli maupun peralatan memadai dalam pelaksanaan pekerjaan.

"Apabila akses alternatif yang direncanakan pemerintah telah selesai dibangun, maka jalur yang dikerjakan secara swadaya tersebut akan ditutup," ujarnya.

Jalur Alternatif dan Nilai Sejarah Enang-Enang

Untuk sementara, BPJN Aceh telah membuka jalur alternatif menuju Takengon, Aceh Tengah, melalui Simpang Werlah menuju Simpang Lancang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Sahrial juga mengingatkan bahwa kawasan Enang-Enang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Gayo karena berkaitan dengan leluhur mereka. Saat pengerjaan jalan beberapa hari lalu, warga sempat menemukan cangkul peninggalan masa Belanda. Temuan itu disebut menjadi momen yang mengharukan bagi masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan di kawasan tersebut.

Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks