BANDA ACEH — Dalam pernyataan resminya, Mualem menyoroti langkah Polda Aceh yang dinilai mampu mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal saat menjalankan tugas. Hal itu, kata dia, tercermin melalui identitas Polda Aceh Meutuah yang mengangkat filosofi kepolisian dekat dengan budaya dan masyarakat setempat.
“Ini menjadi filosofi kepolisian yang berakar pada budaya, berlandaskan syariat, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Mualem dalam keterangan yang diterima media.
Polri sebagai Mitra Strategis Pembangunan Aceh
Mualem menegaskan bahwa Polri merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui konsep pentahelix.
“Tidak ada satu sektor yang mampu menyelesaikan persoalan besar secara sendirian. Sinergi semua pihak menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama,” jelasnya.
Konsep pentahelix yang dimaksud mencakup kerja sama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Masing-masing elemen memiliki peran: pemerintah sebagai pembuat kebijakan, akademisi melalui riset dan inovasi, dunia usaha dalam pengembangan ekonomi, masyarakat sebagai partisipasi publik, serta media dalam menyampaikan informasi dan edukasi.
Harapan untuk Aceh yang Aman dan Nyaman bagi Dunia Usaha
Di akhir pernyataannya, Mualem berharap kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, Aceh tidak hanya menjadi daerah yang aman, tetapi juga nyaman bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Dengan kerja sama yang baik, ekonomi akan tumbuh dan kesejahteraan rakyat dapat terus ditingkatkan,” tutupnya.