Pencarian

Capaian Imunisasi Lengkap Bayi di Aceh Baru 19 Persen per Juni 2026, Aceh Jaya Terendah 4,5 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:07:01 WIB
Capaian Imunisasi Lengkap Bayi di Aceh Baru 19 Persen per Juni 2026, Aceh Jaya Terendah 4,5 Persen
Capaian imunisasi lengkap bayi di Aceh baru mencapai 19 persen per Juni 2026, dengan Kabupaten Aceh Jaya menjadi daerah terendah sebesar 4,5 persen.

BANDA ACEH — Angka imunisasi lengkap bayi di Aceh masih jauh dari harapan. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh melaporkan capaian periode Januari hingga Juni 2026 baru mencapai 19 persen, atau sekitar 20.000 bayi dari total 104.000 sasaran.

Angka itu nyaris tidak bergerak signifikan jika dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang hanya 14,3 persen dan 2025 sebesar 15,9 persen. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh Iman Murahman mengatakan capaian tersebut masih sangat rendah.

Banjir dan Anggapan Masyarakat Jadi Hambatan

Iman Murahman menyebutkan beberapa faktor penghambat. Bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Aceh membuat akses layanan imunisasi terganggu. Selain itu, masih ada anggapan di masyarakat bahwa imunisasi tidak terlalu penting.

“Kami terus berupaya yakinkan masyarakat bahwa imunisasi itu penting untuk kekebalan tubuh anak. Memang dampaknya bukan saat mendapatkan imunisasi, tetapi di masa mendatang,” kata Iman Murahman di Banda Aceh, Senin.

Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping seperti demam usai imunisasi juga menjadi kendala. Iman menegaskan demam merupakan reaksi wajar sebagai bagian dari proses pembentukan kekebalan tubuh.

Lhokseumawe Tertinggi, Aceh Jaya Cuma 4,5 Persen

Dari 23 kabupaten/kota, capaian imunisasi tertinggi ada di Kota Lhokseumawe sebesar 33,4 persen dan Kabupaten Aceh Tenggara 31,3 persen. Sebaliknya, dua daerah mencatat angka paling memprihatinkan: Kabupaten Aceh Jaya hanya 4,5 persen dan Kabupaten Pidie 5 persen.

Imunisasi lengkap yang dimaksud mencakup vaksin campak, polio, difteri, tetanus, dan beberapa jenis lainnya. Pemberian imunisasi bertujuan memberikan kekebalan tubuh pada anak sejak dini.

Upaya Dinkes Mengejar Target

Dinkes Aceh terus menggencarkan sosialisasi ke desa-desa dan posyandu untuk mengejar target. Iman Murahman mengakui tantangan geografis dan pola pikir masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Efek sesudah imunisasi merupakan hal wajar karena proses kekebalan tubuh,” ujarnya menambahkan.

Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Dinkes Aceh harus mengejar capaian lebih dari 80 persen agar kekebalan kelompok atau herd immunity terbentuk. Tanpa percepatan, risiko wabah penyakit yang seharusnya bisa dicegah melalui imunisasi mengintai anak-anak di provinsi ujung barat Indonesia itu.

Bagikan
Sumber: atjehwatch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks