BANDA ACEH — Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh memastikan stok beras program SPHP masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah musim kemarau. Hingga saat ini, realisasi distribusi telah menembus 16.399 ton dari target tahunan 23.329 ton yang ditetapkan untuk 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Aceh Budi Sultika mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan berbagai saluran distribusi agar beras dengan harga terjangkau tersedia di pasar dan toko mitra resmi. “Kita terus mengoptimalkan berbagai saluran distribusi SPHP sebagai bagian untuk memastikan beras dengan harga terjangkau tersedia dengan cukup di pasar dan toko mitra resmi Bulog,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (28/7/2026).
Harga Rp65.500 per 5 Kilogram di Tengah Kemarau
Beras SPHP dijual dengan harga Rp65.500 per kemasan 5 kilogram, setara dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram. Budi menjelaskan bahwa musim kemarau menyebabkan sebagian wilayah tidak bisa melakukan penanaman padi, sehingga kehadiran beras ini menjadi penting.
“Saat ini ada sebagian wilayah tidak bisa tanam padi karena kemarau. Kehadiran SPHP ini tentu akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan. Selain kualitas bagus, harga juga sangat terjangkau,” katanya.
Saluran Distribusi: dari GPM hingga Toko Mitra
Bulog Aceh menggencarkan distribusi melalui beberapa saluran resmi. Di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM), RPK Binaan, pedagang ritel di pasar tradisional, GPM TNI/Polri, serta toko-toko beras mitra perusahaan.
Budi meyakini penyebaran di seluruh pasar akan memudahkan masyarakat membeli beras dan membantu menjaga inflasi daerah. “Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok yang ada masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.