BANDA ACEH — Rak-rak penyimpanan semen di sejumlah toko bangunan di ibu kota Provinsi Aceh itu terlihat kosong dalam sepekan terakhir. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor, sehingga harga eceran melonjak dari kisaran Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu hingga Rp105 ribu per sak.
Penyebab Stok Cepat Terserap
General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh. Kondisi itu berdampak langsung pada percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi.
“Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh yang berdampak pada percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi. Perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat segera terpenuhi,” kata Adi dalam keterangan tertulis kepada Waspada Aceh, Kamis (30/7/2026).
Operasional Pabrik Normal, Distribusi Dioptimalkan
Adi menegaskan bahwa operasional pabrik saat ini tetap berjalan normal. Perusahaan bersama jaringan distributor dan mitra logistik terus mengoptimalkan proses distribusi untuk mempercepat pengiriman ke wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
“Saat ini operasional pabrik terus berjalan, sementara perusahaan terus mengoptimalkan proses distribusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan,” ujarnya.
Harga Pabrik Tidak Naik, Rantai Distribusi Jadi Faktor
Terkait lonjakan harga di tingkat pengecer, PT SBA menegaskan tidak melakukan perubahan harga jual semen dari pabrik. Menurut Adi, harga yang diterima konsumen dipengaruhi berbagai faktor dalam rantai distribusi yang berada di luar kewenangan perusahaan.
“Perusahaan tidak melakukan perubahan harga jual produk yang keluar dari pabrik. Adapun harga di tingkat pengecer dipengaruhi berbagai faktor dalam rantai distribusi yang berada di luar kewenangan penetapan harga oleh perusahaan,” katanya.
Komitmen Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh
Perusahaan mengakui kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan semen. Oleh karena itu, PT SBA berkomitmen menjaga keandalan pasokan melalui optimalisasi produksi dan distribusi.
“Perusahaan bersama jaringan distributor dan mitra logistik terus mengoptimalkan distribusi guna mempercepat pemenuhan pasokan di wilayah yang mengalami percepatan penyerapan stok, sekaligus memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Adi.
Ia menambahkan, kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar kebutuhan semen di Aceh dapat terpenuhi secepat mungkin.