Pencarian

Balai Bahasa Aceh Resmikan Pojok Buku Prof Sulaiman Tripa, Ratusan Judul Karya Dosen USK Dihibahkan untuk Publik

Jumat, 31 Juli 2026 • 10:51:31 WIB
Balai Bahasa Aceh Resmikan Pojok Buku Prof Sulaiman Tripa, Ratusan Judul Karya Dosen USK Dihibahkan untuk Publik
Balai Bahasa Provinsi Aceh meresmikan Pojok Buku Prof. Sulaiman Tripa di perpustakaannya pada Kamis (30/7).

BANDA ACEH — Balai Bahasa Provinsi Aceh meresmikan Pojok Buku Prof. Sulaiman Tripa di perpustakaan kantornya, Kamis (30/7). Rak khusus ini menampung ratusan judul buku yang dihibahkan langsung oleh Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala tersebut, baik karya yang ia tulis maupun yang disuntingnya.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa karya intelektual tidak cukup hanya dipublikasikan, tetapi juga harus diwariskan agar terus memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Koleksi Khusus di Tengah Rencana Relokasi Perpustakaan

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Prof. Sulaiman. Ia menegaskan koleksi tersebut akan ditempatkan secara khusus dan tidak dicampur dengan koleksi umum.

"Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan buku dari Prof. Sulaiman Tripa. Koleksi ini akan kami tempatkan secara khusus dalam Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah literasi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses karya-karya beliau," ujar Muhammad Irsan dalam keterangannya, didampingi Kepala Subbagian Umum Dr. Baun Thoib Soaloon SGR dan Kepala Perpustakaan Helmi Fuad, S.S.

Muhammad Irsan juga mengungkapkan rencana pemindahan ruang perpustakaan ke lokasi yang lebih mudah dijangkau. Langkah ini dinilai penting agar perpustakaan tidak sekadar menjadi gudang buku, melainkan ruang baca yang terbuka dan nyaman bagi masyarakat luas.

Harapan Prof Sulaiman: Buku Harus Dibaca, Bukan Hanya Dipajang

Di tengah penyerahan hibah tersebut, Prof. Sulaiman yang didampingi Ketua IKAPI Aceh, Dr. Mukhlisuddin Ilyas, menyampaikan harapannya agar koleksi ini tidak berhenti pada rak pajangan. Ia ingin buku-buku tersebut benar-benar dikaji dan memantik lahirnya penulis-penulis baru di Aceh.

"Saya berharap buku-buku ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi benar-benar dibaca, dikaji, dan menginspirasi lahirnya penulis-penulis baru di Aceh," ujarnya.

Prof. Sulaiman juga menekankan pentingnya sinergi antar elemen ekosistem literasi. Menurutnya, penulis, penerbit, perpustakaan pemerintah, perpustakaan komunitas, perguruan tinggi, dan pegiat literasi harus bergerak bersama agar buku semakin dekat dengan masyarakat.

Baginya, membangun peradaban tidak cukup hanya dengan menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut dapat diakses, dibaca, dan dimanfaatkan oleh publik. Kehadiran pojok buku ini menjadi simbol bahwa pelestarian karya adalah investasi intelektual yang akan terus menyalakan semangat membaca dan memperkuat budaya literasi di Aceh.

Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks