JAKARTA — Guncangan dahsyat yang melanda Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat menyisakan duka mendalam. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada kedalaman 107 kilometer, dengan pusat gempa di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó.
Meski wilayah pesisir Pasifik itu relatif jarang penduduknya, getarannya terasa hingga ke kota-kota besar di berbagai penjuru negeri, bahkan sampai ke Venezuela. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyatakan sedikitnya 61 bangunan telah runtuh akibat bencana ini.
Kota Pereira Terdampak Paling Parah, Jam Malam Diberlakukan
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar langsung memberlakukan jam malam di wilayahnya. Data sementara mencatat 40 orang tewas di ibu kota Departemen Risaralda tersebut.
Sebanyak 65 bangunan dilaporkan runtuh dan dipastikan masih ada warga yang terjebak di puing-puing 15 bangunan. Lima rumah sakit di kota itu kini kewalahan menampung korban luka yang berdatangan.
27 Warga Tewas di Valle del Cauca, 20 Bangunan Runtuh di Cali
Wilayah barat Kolombia menanggung dampak paling berat. Sebanyak 27 kematian dilaporkan di Valle del Cauca, sementara di Cali sedikitnya 20 bangunan runtuh dan sejumlah warga masih terjebak di dalamnya.
Wali Kota Cali Alejandro Eder meminta warganya tetap tenang dan segera meninggalkan bangunan yang mengalami kerusakan struktur. Kerusakan juga melanda sejumlah bandara di Pereira, Manizales, Quibdó, Cartago, Armenia, dan Buenaventura, sehingga layanan penerbangan terganggu.
Pemerintah Kolombia Kerahkan Seluruh Kemampuan Penanggulangan Bencana
Presiden de la Espriella menegaskan komitmennya dalam penanganan darurat ini. "Pemerintah nasional telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak dan menyalurkan bantuan di mana pun dibutuhkan," ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Sistem penanggulangan bencana nasional telah diaktifkan untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan serta penyaluran bantuan. Amerika Serikat menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan bagi Kolombia.
Gempa ini menjadi ujian berat bagi Presiden de la Espriella yang baru menjabat sejak Jumat (7/8/2026). Hingga saat ini, upaya pencarian korban dan penanganan pascabencana masih terus berlangsung. (*)