Pencarian

Tim Z-DNA USK Banda Aceh Raih Grand Champion di Malaysia lewat Inovasi Mangrove dan Limbah Udang

Rabu, 23 September 2026 • 05:02:01 WIB
Tim Z-DNA USK Banda Aceh Raih Grand Champion di Malaysia lewat Inovasi Mangrove dan Limbah Udang
Tim Z-DNA USK Banda Aceh meraih Grand Champion pada kompetisi internasional di Malaysia.

BANDA ACEH — Tim Z-DNA terdiri dari lima mahasiswa Program Studi Biologi USK: Cut Dhinie Decita sebagai ketua, dengan anggota Naja Luthfia Nuha, Siti Sayanali, Cut Azkia Salsabila, dan Nadinda Jasmine Yovanca. Mereka berkompetisi di ajang internasional yang digelar di Malaysia dan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Karya yang dilombakan berjudul "MANGROVANCE: Synergizing Mangrove Symbiotic Bacterial Metabolites and Shrimp Shell Waste-Based Chitosan as a Sustainable Antibiotic Adjuvant Strategy Against Antimicrobial Resistance." Judul itu merangkum gagasan besar yang mereka usung: menggabungkan dua sumber daya pesisir Aceh untuk menjawab ancaman kesehatan global.

Berawal dari Ancaman Resistensi Antimikroba

Cut Dhinie Decita menjelaskan bahwa gagasan MANGROVANCE berangkat dari meningkatnya ancaman resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) di dunia. Persoalan itu kemudian dipadukan dengan potensi sumber daya pesisir yang tersedia di lingkungan lokal.

"Karya kami membahas MANGROVANCE, yaitu strategi antibiotic adjuvant yang menggabungkan metabolit bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan mangrove dengan kitosan yang berasal dari limbah cangkang udang," ujar Cut Dhinie dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung efektivitas antibiotik konvensional yang telah tersedia. MANGROVANCE juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan limbah perikanan agar memiliki nilai guna lebih tinggi.

Dua Komponen Utama: Bakteri Mangrove dan Kitosan Cangkang Udang

Secara teknis, MANGROVANCE mengintegrasikan dua komponen utama. Metabolit bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan mangrove dimanfaatkan sebagai komponen aktif untuk melawan mikroorganisme.

Sementara itu, kitosan dari cangkang udang digunakan sebagai bahan pembawa (carrier) untuk mendukung stabilitas dan penghantaran senyawa aktif. Kombinasi keduanya menjadi inti pendekatan yang ditawarkan tim.

"Alih-alih hanya berfokus pada penemuan antibiotik baru yang memakan waktu panjang, MANGROVANCE menawarkan pendekatan alternatif untuk mendongkrak efektivitas antibiotik yang telah tersedia melalui pemanfaatan senyawa bioaktif berbasis bahan alami," jelasnya.

Menyambung Kesehatan dengan Circular Bioeconomy

Selain mengangkat persoalan kesehatan, inovasi tersebut membawa konsep keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan circular bioeconomy. Pemanfaatan limbah cangkang udang sebagai bahan kitosan dan biodiversitas kawasan pesisir menjadi bagian dari gagasan itu.

Pendekatan ini menghubungkan riset kesehatan dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan limbah. Bagi Aceh, yang memiliki garis pantai panjang dan industri perikanan udang, model seperti ini membuka peluang pemanfaatan limbah yang selama ini belum banyak diolah.

Prestasi Tim Z-DNA di ajang internasional tersebut menunjukkan upaya mahasiswa USK mengembangkan gagasan riset yang menghubungkan isu kesehatan, potensi pesisir, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks